Sandarkan Sejenak Jika Beban Terlalu Berat - Analisis - www.indonesiana.id
x

ilustr: Great People Inside

Ali Mufid

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 6 Maret 2022

Kamis, 23 Juni 2022 11:31 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Sandarkan Sejenak Jika Beban Terlalu Berat

    Sandarkan sebentar jika beban terlalu berat, bahu akan merasa kuat saat diajak untuk beristirahat meski sejenak.

    Dibaca : 421 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Letakkan saja dulu jika merasa cukup lelah setelah menempuh perjalanan bertahun-tahun namun belum kunjung berhasil. Monoton tak ada perubahan sementara kehidupan terlalu cepat berubah. Sekitar kita perlahan pergi meninggalkan, semakin menyadari bahwa diri ini ternyata tak banyak teman. Sama halnya saat kita nanti meninggalkan dunia ini, juga sendiri tak berkawan.

    Sandarkan sebentar jika beban terlalu berat, bahu akan merasa kuat saat diajak untuk beristirahat meski sejenak. Lalu sendi-sendi kaki juga semakin membaik usai diberi waktu untuk berhenti sebentar. Nanti setelah itu jalan lagi, dicoba lagi, dikejar lagi. Sampai dimana momentum itu kita dapat? Sebelum ada jawabannya, ya sudah terus saja berjalan.

    Kompetisi keniscayaan, dinamis sebuah kelaziman, adaptasi adalah sifat dasar kita sebagai manusia. Mengapa mesti khawatir jika manusia memiliki kesempatan dan peluang yang sama? Pada akhirnya ini soal keberuntungan. Bahwa sejauh mana beruntung itu kita capai, bukan otoritas kita. Utamanya dalam diri kita adalah menghampiri keberuntungan itu sendiri.

    Belajar kembali dari kesalahan diri. Koreksi apa yang membuat langkah seringkali terhenti. Aktualisasi diri sejauh mana ikhtiar mengejar mimpi. Cermati khilaf apa yang kita lakukan kepada sesama. Hayati bahwa pada dasarnya tidak ada produk gagal dalam konteks manusia. Ingat, Tuhan Maha Sempurna, tidaklah mungkin menciptakan sesuatu yang tidak sempurna.

    Jangan khawatir tentang apapun, pada dasarnya kita sama-sama memiliki masalah. Hanya saja yang membedakan tak semua orang mampu mengemas masalah itu sebagai media untuk bertumbuh. Sebagian orang memilih bercerita kepada orang terdekat, sebagian lagi memilih untuk diam sembari berjalan mencari solusi terbaik.

    Ikuti tulisan menarik Ali Mufid lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.