Teknologi Modern atasi Wasir: Radiofrequency dan Ultrasonic - Analisis - www.indonesiana.id
x

lala septiana

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 21 Juni 2022

Kamis, 23 Juni 2022 19:53 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Teknologi Modern atasi Wasir: Radiofrequency dan Ultrasonic

    Penanganan wasir menggunakan teknologi terkini tanpa rasa sakit, tanpa rawat inap

    Dibaca : 260 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Jangan anggap sepele konstipasi atau kondisi saat mengalami kesulitan buang air besar. Ketika hal ini kita abaikan akan memunculkan keluhan berupa wasir atau ambeien atau hemorrhoid. Wasir adalah vena bengkak dan meradang di rektum dan anus yang menyebabkan ketidaknyamanan dan perdarahan.

    Wasir biasanya terjadi karena mengejan saat buang air besar, obesitas, atau kehamilan. Gejala umum yaitu ketidaknyamanan, terutama saat buang air besar atau ketika duduk. Gejala lainnya yaitu gatal dan pendarahan.

    Beberapa gejala yang membutuhkan tindakan adalah munculnya perdarahan saat BAB, wasir membengkak, hingga rasa nyeri yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Pada gejala wasir yang parah biasanya dokter menyarankan dilakukannya tindakan operasi. Namun, saat ini sudah ada teknologi non-bedah untuk mengatasi wasir yaitu dengan ultrasonik dan radio frekuensi.

    Perkembangan industri kedokteran khususnya bedah di Indonesia sangat berkembang secara cepat. Salah satunya penanganan pasien wasir pun mengalami perkembangan yang signifikan. Salah satunya penggunaan teknologi ultrasonic. Proses ini jauh dari perasaan khawatir yang biasa dialami oleh banyak pasien saat akan menjalani tindakan operasi. Menurut dr. Tony Sukentro, Sp.B, dokter spesialis bedah umum dari ST Wasir Center, penanganan operasi pasien wasir saat ini tidak perlu lagi dikhawatirkan. Salah satu alternatif terkini adalah teknik Ultrasonic dan RF (Radio Frequency).

    Teknik ini mampu mengatasi wasir dengan teknik minimal invasif atau tanpa pisau bedah, kemampuan penyembuhan yang jauh lebih cepat tanpa rasa sakit akibat pengaruh operasi, luka yang minimal, dan tidak mempergunakan arus listrik karena mempergunakan getaran Ultrasonic. Teknik Ultrasonic dan RF tidak memerlukan proses penjahitan, mengurangi aliran darah ke anus dan membantu wasir kempes dengan sendirinya. Proses ini bisa dilakukan untuk menangani semua derajat keparahan satu hingga empat.

    Sangat jauh berbeda dengan cara konvensional, tindakan menggunakan ultrasonic dan RF ini tidak terlihat seperti seorang pasien menjalani proses operasi, bahkan pasien tidak perlu dibius total. Teknik lama membuat pasien merasa kesakitan cukup lama pasca operasi, pasien bahkan harus menjalani rawat inap di rumah sakit. Dengan teknik Ultrasonic dan Radio Frequency semua termudahkan dan tidak perlu dilakukan di rumah sakit, tidak perlu rawat inap bahkan pasien dapat pulang setelah tindakan dan beraktifitas seperti biasa beberapa hari setelah tindakan dilakukan.

    Ikuti tulisan menarik lala septiana lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.