Partai Islam Bermanuver, NU Tetap Jaga Kemurnian Organisasi

Jumat, 24 Juni 2022 19:19 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
img-content
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Koalisi Semut Merah menimbulkan polemik seru di kalangan loyalis PKB. Bagaimana suara akar rumput PKB yang banyak diminati kelompok Nahdliyin itu? Betapa pun, NU harus tetap menjaga kemurnian garis perjuangan organisasi, yaitu politik kebangsaan.

PKB dibawah kepemimpinan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin lihai bermanuver demi menjaga asa keterwakilan kontestasi Pilpres 2024 mendatang. Muncul koalisi semut merah, di dalamnya ada PKB dan PKS. Koalisi ini banyak melahirkan polemik terutama dari loyalis PKB. Mereka menolak wacana koalisi tersebut. Lalu terakhir, PKB mengadakan pertemuan dengan Gerindra. Dalam pertemuan itu, duet Ketum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketum PKB Cak Imin masuk dalam pembahasan.

Lantas bagaimana suara akar rumput PKB yang banyak diminati kelompok Nahdliyin? Sudah menjadi rahasia umum bahwa selama ini PKB menjadi salah satu kendaraan politik kekuasaan warga Nahdliyin. Meski tak ditegaskan secara normatif dan realitanya sampai saat ini warga NU masih bebas menentukan pilihan politiknya. Secara institusi organisasi tidak pernah ada instruksi untuk mendukung dan berpihak ke partai tertentu.

Namun ribut-ribut elite politik selalu berimbas pada kondusifitas suara akar rumput. Isu yang bergulir di tingkat elit selalu menjadi ruang diskusi masyarakat NU di daerah-daerah. Hal ini wajar sebagai sarana untuk meningkatkan daya kritis kader dalam menangkap isu-isu terkini. Tetapi yang menjadi fatal ketika sudah menjadi diskusi kepentingan sehingga rakyat yang akan menjadi korban atas ribut-ribut tadi.

Setiap ajang Pemilu, banyak kader NU di daerah yang seringkali gontok-gontokan karena adanya beda pandangan politik di tingkat elit. Mereka saling adi argumen untuk memastikan bahwa keberpihakannya adalah yang paling tepat. Dilain sisi memamg tidak ada intruksi tegas perihal sikap politik baik dari kepengurusan pusat hingga tingkat ranting.

Kendati demikian, upaya untuk tidak terlibat politik praktis secara institusi organisasi adalah cara yang paling bijaksana dalam rangka menjaga keutuhan garis perjuangan organisasi itu sendiri. Mestinya kader dari semua tingkatan memahami bahwa beda pandangan politik itu hal yang wajar namun tidak kemudian menjadi pertikaian di dalam tubuh organisasi itu sendiri.

Bagikan Artikel Ini
img-content
Ali Mufid

Penulis Indonesiana

0 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler