Nama Jalan Tokoh Betawi, Jangan Diubah Karena Politik

Jumat, 24 Juni 2022 19:44 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
img-content
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Pemberian nama jalan adalah wujud apresiasi terhadap tokoh setempat. Bukan persoalan dinamika politik semata yang sewaktu-waktu dapat berubah.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan beberapa jalan di Jakarta dinamakan dengan tokoh Betawi. Ada nama Jalan Mpok Nori yang sebelumnya Jalan Raya Bambu Apus, ada pula nama Jalan H. Bokir Bin Dji'un yang sebelumnya Jalan Raya Pondok Gede. Pemberian nama jalan yang diambil dari tokoh Betawi ini memberi kesan kepada Anies bahwa ia merupakan pemimpin yang peduli dengan tokoh-tokoh Betawi.

Ya, inovasi yang dilakukan Anies Baswedan merupakan wujud apresiasi terhadap kultur dan budaya Betawi. Dua nama figur diatas adalah salah satu contoh dari sekian banyak tokoh-tokoh hebat yang berasa dari Betawi. Mereka memilih jalan perjuangan sesuai dengan keahliannya untuk membawa nama baik Betawi sesuai dengan kearifan lokal yang ada.

Setiap pemimpin menorehkan prestasi di hati rakyatnya. Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso dengan sistem angkutan massal diberi nama bus TransJakarta pada 2004 silam. Lalu ada Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Gubernur yang demen melakukan normalisasi sungai untuk mengentaskan persoalan banjir di Jakarta.

Kini era Anies Baswedan, Gubernur yang menjabat sejak 16 Oktober 2017 ini juga banyak melakukan terobosan dan manuver kebijakan. Selain merampungkan Jakarta Internasional Stadium (JIS), belum lama ini mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menggelar balapan Formula E. Di momentum perayaan ulang tahun Jakarta ke-495, Gubernur Anies juga meresmikan jalan yang diambil dari nama tokoh-tokoh Betawi.

Kita berharap pemberian nama jalan ini tidak hanya menjadi momentum kekuasaan Anies dalam memimpin Jakarta. Ketika nanti masa kepemimpinan Anies usai, tidak ada lagi yang berniat merubah nama-nama jalan tadi karena dilandasi ketidaksukaan terhadap figur Anies. Pemberian nama jalan adalah wujud apresiasi terhadap tokoh setempat. Bukan persoalan dinamika politik semata yang sewaktu-waktu dapat berubah.

Bagikan Artikel Ini
img-content
Ali Mufid

Penulis Indonesiana

0 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler