Kolaborasi Radhia Tani bersama Patriot Desa Garut dalam Pengelolaan Sampah Organik sebagai Pakan Lele - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Jonathan Fiw

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 8 Juni 2020

Kamis, 30 Juni 2022 09:18 WIB

  • Peristiwa
  • Topik Utama
  • Kolaborasi Radhia Tani bersama Patriot Desa Garut dalam Pengelolaan Sampah Organik sebagai Pakan Lele

    Pelatihan pengelolaan sampah rumah tangga organik sebagai pakan lele dalam media Budikdamber dengan orientasi peserta berasal dari ibu-ibu PKK, Kelompok tani, dan Kelompok Wanita Tani, dan Kader Posyandu Desa Kabupaten Garut.

    Dibaca : 740 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Garut – Sebagai pemanfaatan sampah rumah tangga berbasis organik, Tim Radhia Tani yang diwakili oleh Rifki Edyana Azis bersama Patriot Desa Kabupaten Garut pada 21 - 22 Juni 2022 melaksanakan kegiatan pelatihan di 4 Desa kabupaten Garut yaitu Desa Margalaksana, Desa Dangiang, Desa Dawungsari, dan Desa Bayongbong. Pelatihan tersebut berfokus mengolah sampah menjadi bahan pakan lele yang nantinya digunakan dalam Budidaya Ikan dalam Ember (Budikdamber). Budikdamber sendiri merupakan salah satu media yang dapat dibuat mudah oleh masyarakat, sebagai salah satu bentuk dalam meningkatkan katahanan pangan khususnya sektor rumah tangga.

    Nantinya masyarakat akan mendapatkan 2 hasil yaitu dari sayuran dan dari ikan yang dipelihara dalam ember. Sementara itu, hingga masa panen membutuhkan waktu sekitar 60 hari untuk ikan lele dan 30 hari untuk sayuran yang dipelihara. Hingga masa panen, dibutuhkan pemeliharaan yang optimal seperti pemberian pakan untuk lele dapat dilakukan satu hari 2 kali, penggantian air seminggu sekali, serta perlu dilakukan sortasi guna mengetahui perkembangan ikan lele. Kendala yang akan dihadapi oleh masyarakat dalam budikdamber ini yaitu timbulnya aroma tidak sedap dalam air yang disebabkan oleh adanya kotoran lele dan sisa pakan yang tidak dimakan. Untuk mengatasi hal tersebut, masyarakat perlu melakukan pergantian air minimal seminggu sekali sehingga air didalam ember kembali bersih.

    Dari budidaya ini, masyarakat akan mendapatkan output seperti sumber protein yang berada pada ikan dan sumber vitamin yang berada dalam sayuran. Masyarakat dapat pula mendapatkan tambahan dalam kebutuhan dapur dari pemanfaatan sayuran yang di tanam dalam media Budikdamber serta ikan. Selain itu, masyarakat dapat menjadikan fasilitas ini sebagai salah satu opsi sumber pendapatan dimana hasil dari Budikdamber dapat diberdayakan untuk penjualan.

    Ikuti tulisan menarik Jonathan Fiw lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.