Mampir Ngombe - Analisis - www.indonesiana.id
x

ilustr: Possibility Change

Bambang Udoyono

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 3 Maret 2022

Sabtu, 2 Juli 2022 12:08 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Mampir Ngombe

    Kehidupan manusia digambarkan dengan indah oleh nenek moyang sebagai mampir ngombe. Apa maksudnya? Sila baca terus.

    Dibaca : 925 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Oleh: Bambang Udoyono, penulis buku

     

    Peri bahasa Jawa

     

    Di dalam bahasa Jawa ada sebuah peri bahasa kalimat yang lengkapnya demikian: ”Urip nang donya ming mampir ngombe”  .  Arti harafiahnya hidup di dunia hanya mampir minum.  Tentu saja minum air beneran, bukan minum miras.    Peri bahasa ini sangat terkenal di kalangan orang Jawa.  Jadi saya yakin anda yang orang Jawa pasti pernah mendengarnya, tapi marilah kita otak atik.

    Perumpamaan kehidupan manusia

     

    Peri bahasa ini merupakan ungkapan nilai Islam dalam bingkai budaya Jawa, dengan bahasa Jawa.  Gagasan pokoknya adalah bahwa kehidupan duniawi ini bukan tujuan utama.  Manusia hanya transit saja di dunia ini.  Hal ini bisa diibaratkan dengan perjalanan fisik. Dalam perjalanan ke Eropa misalnya,   beberapa airline melakukan transit di airport timur tengah.  Ada yang singgah di Dubai, ada yang singgah di Doha, di Jordan, dan bahkan ada yang singgah di India.  Mereka hanya singgah sekitar dua jam saja di sana.  Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan ke tujuan utama di Eropa misalnya.   Demikian juga perjalanan hidup manusia.  Kita adalah arwah (bentuk jamak dari roh) yang mendapat tugas tertentu di dunia.  Ada yang ditugaskan menjadi guru, ada yang mendapat tugas menjadi pedagang, penulis, dll.  Ketika arwah kita diturunkan di dunia ini, kita diberi raga.  Jadi manusia sejatinya adalah arwah yang memiliki pengalaman duniawi. Manusia itu unik, beda dengan mahluk lain.  Mahluk lain ada yang hanya fisik saja, atau badan halus saja. Manusia memiliki keduanya.

     

    Tugas manusia di dunia dibatasi waktu tertentu.  Tidak sama waktu transit   nya.  Kadang ada juga yang bukan cuma   transit  tapi  stop over, jangka waktunya lebih lama, sampai menginap.  Satu hal yang pasti adalah, setelah transit atau stop over, manusia harus berangkat lagi menuju ke final destination, ke tujuan akhir yaitu kembali ke alam akherat.  Di sanalah akan ada pemeriksaan atas pelaksanaan tugas.  Mereka yang mampu melaksanakan tugasnya dengan baik akan mendapat balasan yang baik. Mereka yang gagal akan menerima konsekwensinya juga.  Semua diberi kebebasan memilih.  Apakah akan melaksanakan dengan baik, atau mau membangkang.  Tapi semua orang tidak bebas dari konsekwensinya.

     

    Oleh karena itu nenek moyang kita mengungkapkan dengan peri bahasa indah ini untuk mengingatkan bahwa kita jangan salah jalan.  Nenek moyang kita ingin mengingatkan bahwa perjalanan kita masih jauh.  Kita hanya transit atau beberapa orang stop over saja di dunia ini.  Kita memang boleh makan minum ketika transit. Maksudnya kita boleh saja menikmati kehidupan duniawi, asal tidak lupa dengan tujuan utama. Kita boleh memohon kebaikan dunia dan kebaikan akherat.  Kalau bisa mendapatkan keduanya, mengapa hanya satu saja?

     

    Nenek moyang mengingatkan kita agar jangan terpesona berlebihan dengan kehidupan duniawi yang hanya sebentar.  Artinya jangan sampai mengejar harta dan kekuasaan dunia dengan melanggar aturan Allah swt.  Boleh saja mencari harta, menjadi kaya juga boleh. Asal pekerjaannya tidak melanggar aturan Allah swt.  Sila baca firman Allah swt berikut ini.

     

    Dan apa saja yang diberikan kepada kamu, maka itu adalah ke- nikmatan hidup duniawi dan perhiasannya; sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Maka apakah kamu tidak memahaminya?  (QS Al Qashash 60)

     

    Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?’ (QS Al An’am 32)

     

    Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang kami kehendaki bagi orang yang kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir.’ (QS Al Isra 18)

    Ringkasan

     

    Mampir ngombe artinya mampir minum.  Nenek moyang mengumpamakan kehidupan manusia di dunia ini seperti orang yang hanya mampir minum. Hanya sebentar saja. Kehidupan duniawi ini hanya transit saja. Tujuan akhir adalah alam akherat. Jadi jangan sampai tertipu oleh kemegahan kehidupan duniawi. Manusia harus mentaati aturan Allah swt agar kehidupan duniawi berhasil dan kembali ke alam akherat juga berhasil.

    Monggo sila direnungi kearifan nenek moyang yang memakai bahasa Jawa untuk mengungkapkan ajaran Islam yang sangat indah. Sila sampaikan ke anak cucu, kerabat dan teman.  Semoga bermanfaat.

     

     

    Ikuti tulisan menarik Bambang Udoyono lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.