Makna Semiotika di Tayangan Neflix Pada Film Ali & Ratu-Ratu Queens 2021 - Hiburan - www.indonesiana.id
x

BAMBANG IRAWAN

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 2 Juli 2022

Minggu, 3 Juli 2022 05:53 WIB

  • Hiburan
  • Topik Utama
  • Makna Semiotika di Tayangan Neflix Pada Film Ali & Ratu-Ratu Queens 2021


    Dibaca : 860 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Film ini marak diperbincangkan pada tahun 2021. Film ini mengisahkan petualangan remaja laki-laki mencari sosok yang hilang bertahun-tahun. Film karya Gina S. Noer yang disutradarai oleh Lucky Kuswandi ini ditayangkan dalam media film dan series online yaitu Netflix. Film ini berhasil mmembawakan kisah yang heartwarming mengenai perjalanan tokoh utama dalam mencari ibunya.

    Ali dan Ratu-Ratu Queens menyampaikan sudut pandang cerita dari tokoh utama yaitu Ali yang diperankan oleh Iqbaal Ramadhan. Ali yang mulanya tidak tahu keberadaan ibunya dan penuh dengan dokrin bahwa ibunya meninggalkannya begitu saja, hingga setelah kepergian ayahnya ia menemukan surat-surat dan tiket pesawat yang dikirim oleh ibunya dan ditutupi oleh ayahnya terbongkar.

    Ali selama ini mengira bahwa ibunya tak lagi menyayanginya karena tidak pernah mendapat kabar dari ibunya, menjadi dorongan Ali untuk melupakan ibunya. Namun setelah melihat surat-surat tersebut Ali berpikir bahwa ibunya masih ada usaha untuk mencoba menghubungi Ali. Akhirnya Ali meminta izin dengan keluarga besarnya untuk menyusul ibunya ke New York.

    Dari permintaan izin kepada keluarganya itulah kisah petualangan Ali dalam mencari ibunya dimulai. Tidak semulus itu, setelah mendapat izin dari keluarga dan terbang ke New York setelah menemukan alamat yang dituliskan disuratnya namun ibunya sudah tidak tinggal ditempat itu. Beruntungnya Ali bertemu dengan teman lama ibunya yaitu Party yang diperankan oleh Nirina Zubir. Party memberi tahu Ali surat-surat dan barang ibunya yang tertinggal di rumah itu.

    Dirumah tersebut Party bersama orang indonesia lainnya, yaitu Biyah (Asri Welas), Ance (Tika Panggabean), dan Cinta (Happy Salma). Salut dengan kenekatan Ali yang pergi ke luar negeri sendiri untuk mencari ibunya dengan modal pas-pasan, akhirnya mereka menawarkan kamar sewa kepada Ali. Kebetulan mereka masih kekurangan uang untuk membayar pembelian bangunan untuk restauran yang ingin mereka bangun. Ali sempat ragu, namun akhirnya mengiyakan karena dijanjikan akan dibantu mencari ibunya. Petualangan selanjutnya dimulai, Ali mulai menyusuri sudut-sudut kota Queens. Namun hal tidak terduga terjadi, setelah bertemu ibunya ternyata ibunya justru mengusirnya seperti tidak mengenalinya.  

    Film ini memang terdengar klise. Konsep cerita mengenai pencarian seseorang mungkin sudah banya ditemukan dalam sebuah film, namun film ini tetap memiliki banyak hal yang membuatnya tetap layak untu ditonton. Terlebih dari pesan utama kisahnya, hingga pengembangan karakternya. Terlebih pada sosok Ali yang memiliki banyak dorongan dalam melakukan keinginannya.

    Pada film ini banyak terkandung unsur-unsur tanda yang memberikan makna tersembunyi dari film ini. Unsur-unsur ini secara tidak langsung berhubungan satu sama lain membentuk rangkaian cerita. Tidak sedikit unsur semiotika yang dihadirkan, namun disini saya akan memberikan salah satu contohnya.

    Film ini banyak dimunculkan scene-scene mengenai rambut yang ada di New York, salah satunya yaitu rambu bertuliskan One Way sendiri berarti jalan satu arah. Dalam film ini juga tokoh utama menceritakan bahwa ia menemukan banyak jalan satu arah di New York, namun dari jalan satu arah tersebut banyak disediakan jalan-jalan kecil untuk menuju tempat tujuan. Makna semiotika dari rambu itu sendiri yaitu meskipun didepan pandangan kita mungkin hanya terdapat satu jalan kita tidak boleh menyerah begitu saja karena dibalik itu terdapat banyak cara untuk kita mencapai tujuan.

     

     

    Ikuti tulisan menarik BAMBANG IRAWAN lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.