Studi Excursie Mahasiswa Teknik Sipil Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Tentang Pengolahan Air Bersih - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Perum Giri Tirta

Rifki Alamsyah

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 2 Juli 2022

Minggu, 3 Juli 2022 06:13 WIB

  • Peristiwa
  • Topik Utama
  • Studi Excursie Mahasiswa Teknik Sipil Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Tentang Pengolahan Air Bersih


    Dibaca : 833 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Lokasi : Perum Jasa Tirta I

    Surabaya – Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya melakukan kegiatan Study Excursie 22 pada 19/06/22 dengan di bimbing oleh Bapak Dr. Andi Patriadi, ST., MT selaku salah satu dosen di kampus tersebut. Kegiatan ini bertemakan  “ Learning Water Distribution System with a Different Experience “ dengan tujuan menambah wawasan kepada para mahasiswa mengenai pengolahan air.

    Dalam kegiatan Study Excursie ini, kampus Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya bekerja sama dengan dua perusahaan pengolahan air yaitu PT. PP Krakatau Tirta yang berlokasi di Gresik, Jawa Timur dan Perusahaan Umum Jasa Tirta I berlokasi di Lamongan, Jawa Timur. Kedua perusahaan ini memiliki tujuan sama, salah satunya yaitu sebagai perusahaan pengolahan air bersih untuk di distribusikan kepada masyarakat sekitar.

    Pengolahan air bersih dari kedua perusahaan ini menggunakan sumber yang sama yaitu Sungai Bengawan Solo. Sungai Bengawan Solo merupakan sungai terpanjang di Pulau Jawa yang memiliki panjang hampir 600 km.

    SPAM Gresik

    Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dikelola oleh PT. PP Krakatau Tirta berlokasi di kecamatan Bungah, kabupaten Gresik, Jawa Timur mengembangkan sistem penyediaan air minum dengan kapasitas 1.000 liter/detik (LPS) selama 24 jam. Perusahaan tersebut bekerja sama dengan PDAM Giri Tirta yang memiliki tujuan utama untuk meningkatkan pasokan air bagi masyarakat maupun sektor industri di kabupaten Gresik.  

    Air dari sungai akan dialirkan menuju sumur intake dengan kapasitas 400 m3 dan diproses secara fisika sebelum dipompa menuju saluran Instalasi Pengolahan Air (IPA). Pada saluran IPA terdapat beberapa proses pengendapan dan penyaringan dengan tujuan untuk memisahkan air dan partikel-partikel yang tercampur hingga menghasilkan air minum yang sesuai dengan standart mutu. Proses penjernihan air dengan ditambahankan beberapa bahan kimia kemudian di salurkan ke reservoir dengan kapasitas 1.800 m3 dan 9.000 m3. Teknologi SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition) digunakan PT. PP Krakatau Tirta  untuk mengontrol segala aktivitas perpipaan. SPAM Gresik sampai saat ini mampu melayani lebih dari 57.600 sambungan rumah.

    WTP Lamongan

    WTP (Water Treatment Plant) yang di kelola oleh Perum Jasa Tirta I di kecamaran Brondong, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur juga menggunakan sistem yang sama seperti pada proyek SPAM Gresik. Dimana air yang di tampung pada sumur intake dipompa menuju saluran IPA dengan kapasitas 50 LPS untuk dilakukan proses penyaringan dengan penambahan bahan kimia. Bahan kimia ini juga dapat mengikat partikel halus yang terkandung dalam air sehingga menjadi gumpalan yang dapat menjadi endapan. Air yang sudah melalui proses pengendapan dan penyaringan kemudian dialirkan menuju tangki reservoir yang memiliki kapasitas 700 m3 untuk siap di distribusikan kepada masyarakat setempat.

    Ikuti tulisan menarik Rifki Alamsyah lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.