Dalam Esai Puisi Bunga - Analisis - www.indonesiana.id
x

Taufan S. Chandranegara

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 23 Juni 2022

Minggu, 3 Juli 2022 15:38 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Dalam Esai Puisi Bunga

    Saya lahir di sini. Sebuah negeri banyak memberi pelajaran, inspirasi, keanekaragaman antar sesama, kadang sedih kadang gembira, sebuah proses. Tuhan, memberi banyak cara untuk saling belajar. Terima kasih Tuhan. Terima kasih saudaraku. Salam baik.

    Dibaca : 680 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Salam hari minggu, bahagia bersama keluarga. Cuaca pagi sedikit berawan, rintik hujan agak merata, tak lama, mentari menerangi bumi, di sini khususnya, bukan lantaran daerah khusus Ibu Kota. Karena, alami menghendaki terang nan indah. 

    Apapun itu, nurani alam senantiasa ikhlas, memberi hidup, cinta, kasih sayang. Bersyukur, bangun pagi jantung sehat. Olahraga ringan, senam tubuh mengolah pernapasan. Oksigen cukup di tubuh. Seger banget jalan pagi.

    Terima kasih Tuhan, sepagi tadi banyak kabar baik, di negeri indah ini, meskipun nasib hidup sesama di jagat ini, atas kehendak-Mu, berbeda-beda, barangkali, maksud-Mu, untuk sesama saling belajar, dari perbedaan.

    Dari benua jauh datang ke negeri agraris ini, belajar tradisi pertanian, bahasa, budidaya kultural. Merangkumkan akulturasi antar benua, antar bangsa-bangsa. Di sini ada soto, ada tape bakar, mungkin di sana tidak. Di sana ada empat musim di sini tidak.

    Di sini ada Sepak Takraw, ada Tari Saman, ada bermacam warna ulos, ada berbagai jenis batik, ada warnawarni songket, berbagai bunyi musik, tradisi-sumber modernisme. 

    Ada banyak daerah wisata, pegunungan, pantai indah, negeri kepulauan. Tak sanggup hamba menyebutkan satu persatu, sila membuka peta dunia, negeriku ada di sana. Negeri indah beribu pulau. Negeri teduh, negeri hujan, hijau-lah hutanku.

    Di sini, aku, mengabdi. 
    Di sini, aku, dilahirkan. 
    Di sini, terjaga untukmu.

    Suara Gondang bertalu-talu
    Angin Toba mengayuh perahu
    Bahasa satu, bahasa negeriku

    Lintang kemukus melintas langit
    Akulturasi visi tekno adaptif
    Menyongsong perubahan semesta

    Tafakur...

    ***

    Jabodetabek Indonesia, Juli 03, 2022

    Ikuti tulisan menarik Taufan S. Chandranegara lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.