Soal Ketidakadilan Gender dalam Sebuah Cerpen - Analisis - www.indonesiana.id
x

Ilustrasi Kekerasan Dalam Rumah Tangga

Arindah Nuraini

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 4 Juli 2022

Senin, 4 Juli 2022 18:46 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Soal Ketidakadilan Gender dalam Sebuah Cerpen

    Mengetahui apa itu Ketidakadilan Gender

    Dibaca : 236 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Pada kali ini kita akan menjelaskan apa si ketidakadilan gender itu. Mari kita simak. 

    Pengen tau apa saja, sih, ketidakadilan gender itu? Apa beban ganda pada perempuan dan laki-laki? Mari kita bahas mengenai ketidakadilan gender terhadap perempuan dan laki-lagi dalam cerpen/novel. 

    Ketidakadilan gender atau kesetaraan gender pada tingkat konseptual atau tingkat praktek untuk memberikan suatu gambaran yang sangat cukup kuat, atau kemampuan yang sangat cukup untuk mengatasi, beragam suatu ketidakadilan atau kesetaraan pada gender yang terus menerus para perempuan dan kelompok rentan lainnya menderita (Goetz, 2007). Audah di jelaskan sebelumnya, ada beberapa bentuk ketidakadilan gender (Itu juga dikenal sebagai kesetaraan gender). Namun , ketidakasetaraan pada gender perempuan dan laki-laki lebih meningkat dan dikenal dengan suatu perbedaan gender yang terjadi di lingkungan masyarkat tidak menjadi suatu masalah sepanjang perbedaan tersebut yang mengakibatkan perbuatan atau ketidakadilan. 

    Apa itu beban ganda?  Beban ganda ialah beban pekerjaan yang menerima salah satu jenis kelamin yang lebih banyak dibandingkan dengan jenis kelamin lainnya.  Contohnya ada cerpen yang berjudul Suami Dan Gambaran karya Ratna Indraswari Ibrahim.

    Dalam cerpen dikisahkan ada Sumi, seorang istri, dan suaminya, Bejo, yang kasar, pemarah dan tidak jarang main tangan. Suatu hari Sumi berkata kepada suaminya ingin bekerja di pabrik bersama temannya, Juminten. Sumi merasa hidupnya membosankan dan ingin bekerja karena jarang diberi uang oleh suaminya. Namun suaminya membantah bahkan Juminten juga ikut dimarahi.

    Sumi tidak bisa berbuat apa-apa setelah suaminya melarang bekerja. Dia memang sangat takut pada suaminya. Ketika Sumi ingin mempunyai anak pun, suaminya tidak mau karena sudah memiliki tiga anak dari istrinya dahulu, dan sebelum menikah mereka sepakat untuk merawat anak-anaknya. Suaminya mengizinkan punya anak ketika sudah mempunyai pekerjaan yang bagus. 

    Ketidakadilan pada kisah dalam cerpen tersebut, yaitu :

    Kini dia istrinya Bejo, lelaki se-desanya. Sumi mencintai suaminya, Ucapan suami adalah perintah bagi Sumi, yang diterimanya dengan lego-lilo. 

    Pada kutipan 1,  yang menunjukan bukti bahwa Sumi sangat menuruti perintah suaminya, Bejo. namun ia tidak berani untuk melawan perintah suaminya sekalipun ia tidak suka menuruti suatu perin tah apapun.  Ketidakadilan gender selanjutnya yang berhubungan dengan lingkungan keluarga. 

    Sumi yang sedang dibicarakan, baru saja ditampar suaminya karena sumi masih ingin bekerja di kota, namun suaminya tidak mengizinkannya.  Ia bahkan menampar ketika Sumi tetap tangguh dengan pendiriannya untuk ingin bekerja di kota. 

    Kutipan 2 diatas menunjukan bukti bahwa terjadinya kekerasan oleh Bejo terhadap istrinya sendiri karena tidak menuruti perkataanmya. 

    Sudah terlihat jelas bukan ketidakadilan gender pada cerpen diatas, seperti ada kekerasan pada peran gender perempuan dan keangkuhan pada gender laki-laki.

    Ikuti tulisan menarik Arindah Nuraini lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.