Petani Gagal Panen, Harga Cabai Naik - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

cabai adalah salah satu komoditi pangan

Siti rahmaniaoktaviani

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 2 Juli 2022

Selasa, 5 Juli 2022 08:57 WIB

  • Peristiwa
  • Topik Utama
  • Petani Gagal Panen, Harga Cabai Naik

    Harga cabai naik melonjak disebabkan karena petani gagal panen karena musim hujan

    Dibaca : 675 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    TANGERANG SELATAN–Harga cabai di pasar tradisional Tangerang Selatan mengalami kenaikan, termasuk di Pasar Ciputat, Selasa (21/6/22).

    Kenaikan harga cabai, antara lain yaitu cabai rawit merah,cabai rawit hijau dan cabai merah keriting.Tidak hanya cabai saja, ternyata Tomat,Bawang,Sayuran pun pada naik.

    Harga cabai merah keriting yang awalnya 60 ribu/kg sekarang menjadi 85 ribu/kg,rawit merah yang sebelumnya 90 ribu/kg sekarang menjadi 120 ribu/kg.Selain harga cabai,kenaikan harga tomat saat ini mencapai 18-20 ribu/kg yang sebelumnya hanya 13 ribu/kg.Dan harga bawang merah saat ini mencapai 45-50 ribu/kg yang awalnya hanya 40 ribu/kg.

    Menurut Ebi Setiawan (pedagang), kenaikan harga bahan pokok disebabkan karena petani gagal panen,karena cuaca musim kemarau menjadi cuaca musim hujan yang tinggi,sehingga panen tidak maksimal.Dalam menanamnya saja menggunakan pupuk,semprotan hama,dll.Oleh karena itu,petani sangat dirugikan sekali,gagal panen ini sudah hampir 1 bulan lamanya.

    Tidak hanya petani saja yang merasa rugi,tetapi para pedagang pun merasa rugi,sebab pembeli sekarang lebih sedikit belanjanya,karena harga pada naik.Harga cabai bisa mahal disebabkan juga karena penjualan dari tempat 1 ke tempat lain harganya semakin mahal.

    Para pedagang mengeluh sebab pendapatan jauh menurun,sedangkan modal selalu menambah.Setiap harinya ada saja sisa cabai yang tidak terjual.Para pedagang selalu mendaraikan cabainya supaya tidak cepat busuk dan bisa untuk dijual kembali.

    "Kalau dibilang rugi ya saya rugi,kemarin saja hampir 3 minggu ga jualan sayur,hanya jualan cabai doang," ujar Ebi, seorang pedagang.

    Ternyata ada juga pedagang yang tidak menjual cabai keriting,karena menurutnya harga yang terlalu mahal membuat dirinya tidak sanggup untuk jualnya.Dirinya berharap harga kebutuhan pokok dapat kembali normal,sehingga daya beli masyarakat meningkat.Jika harga tinggi daya beli masyarakat pun menurun.

    Meski cabai sedang naik sangat mahal,pembeli tetap berbelanja cabai walaupun yang biasanya beli 1kg sekarang hanya beli 1/2kg saja.Karena cabai merupakan bahan keseharian dan kebanyakan orang-orang pada suka pedas.Tetapi ada juga pembeli yang mencari cabai bubuk yang harganya relatif lebih murah untuk pengganti cabai atau campuran untuk masakan pedas.

    Namun harga bahan pangan lainnya terpantau turun dan relatif stabil.Antara lain beras,daging ayam,daging sapi,minyak goreng curah,hingga gula pasir.

    Menurut Sri Rahayu, seorang pembeli), dengan naiknya bahan pokok membuat dirinya kebingungan sebab kalau bahan masakan pada mahal takutnya uang habis hanya untuk beli sayur dan keperluan lainnya tidak bisa kebeli. "Semoga cepat normal kembali harga sayuran terutama harga cabe," ujar dia.

    Banyak pembeli yang kaget dengan naiknya harga cabai saat ini,tapi mereka hanya berharap agar bahan pokok semuanya kembali normal seperti semula.

    Ikuti tulisan menarik Siti rahmaniaoktaviani lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.