x

gambar ini menunjukan perkembangan bahasa pada anak

Iklan

Ardiansyah Tubagus Halimi

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 2 Juli 2022

Kamis, 7 Juli 2022 12:47 WIB

Mengetahui Perkembangan Bahasa Anak

Artikel ini menjelaskan bahasa pada anak pada materi psikolinguistik yaitu dapat membantu mengatasi permasalah kegiatan berbahasa tersebut. Dalam hal ini, psikolinguistik menemukan bahasa yang masih dalam ranah linguistik dan menjabarkan proses-proses psikologi yang berlangsung saat individu mendengar lalu mengucapkan kalimat-kalimat yang didengarnya saat berkomunikasi.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Bahasa pada anak adalah proses pemerolehan unsur-unsur bahasa pada seorang anak yang meliputi pemerolehan sonologist morfologi sintaksis leksikal semantik dan pragmatik. Pemerolehan fonologi pada anak meliputi kemampuan anak menghasilkan bunyi-bunyi bahasa yang berupa vokal dan konsonan.

Walaupun belum ada bunyi yang sempurna bunyi-bunyi tersebut terjadi secara bertahap, yaitu pada usia 6 minggu. Saat itu anak menghasilkan bunyi-bunyi yang mirip bunyi vokal dan konsonan. Pada usia 8 sampai 20 Minggu anak berada pada tahap mendekut atau kuing. Pada usia 6 bulan anak mencampur bunyi konsonan dan vokal atau babbling.

Pada usia 2 tahun anak melafalkan sebuah kata dengan konsonan di akhir kata tidak dilafalkan. Pada usia 3 tahun anak umumnya belum dapat melafalkan gugus konsonan karena kekurang profesionalan organ ucap anak.  Berikut ini contoh pemerolehan fonologi pada anak anak biasanya bisa mengucapkan Mimi, Ma Ma, pa pa, ta ta.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Pemerolehan fonologi pada anak

Pemerolehan fonologi pada anak adalah pemerolehan bentuk morfem pada anak, baik morfem bebas dalam bentuk kata maupun dalam bentuk morfem terikat. Namun pemerolehan tersebut lebih sering berupa morfem bebas berupa bentuk dasar atau kata. Berikut ini contoh pemerolehan morfologi pada anak. Untuk contoh kata benda biasanya anak mengucapkan kata susu, mobil, baju. Untuk kata kerja biasanya anak mengucapkan kata makan beli baca. Untuk kata sifat contohnya kata enak baik cantik jelek untuk kata. Tugas contohnya adalah kata si yang di ke.

Pemerolehan sintaksis pada anak

Pemerolehan sintaksis pada anak adalah pemerolehan unsur bahasa pada anak yang meliputi frase klausa dan kalimat beserta intonasinya. Khususnya dalam ujaran 2 kata pada anak telah menunjukkan bahwa anak telah menguasai kelas kata sederhana dan mampu secara kreatif memvariasikan fungsinya. Contoh ini ikan, aku mau bobo ( tidur ), minta minum

Pemerolehan leksikal pada anak

Pemerolehan leksikal pada anak ini merupakan penguasaan kosakata yang ada di sekeliling anak. Di mana pun seorang anak berada dia akan menguasai kosakata yang ada di sekelilingnya. Dan kosakata yang ada pada saat itu akan sulit bagi anak membayangkan benda yang tidak ada di depan mereka. Demikian pula sulit bagi anak untuk mengungkapkan peristiwa yang telah lalu atau yang akan datang yang belum terjadi.

Leksikon yang dikuasai anak sangat bergantung pada keadaan anak. Anak petani di desa akan lebih awal memperoleh dengan sempurna kata "cangkul" dan "sawah". Akan tetapi mereka sulit menguasai dengan baik kata crayon dan komputer seperti anak yang tinggal di kota.  

Pemerolehan semantik

Pemerolehan semantik dilakukan seorang anak dengan mengamati dan mengumpulkan sebanyak-banyaknya informasi yang ada di sekitar kehidupannya. Apa yang diamati oleh seluruh panca inderanya menjadi pengetahuan dunianya. Berdasarkan pengetahuan dunia inilah seorang anak memperoleh semantik bahasa dunianya dengan cara melekatkan makna yang tetap pada urutan bunyi bahasa tertentu.  

Contoh pemerolehan semantik pada anak adalah ketika seorang balita menyebut kuda dan membunyikannya dengan dah. Demikian pula terhadap kerbau sapi kambing kucing dan binatang lain yang berkaki 4, balita tersebut juga akan membunyikannya. Selain itu seorang balita yang pertama kali diperkenalkan pada buah, seperti apel, akan mengikuti apel. Dengan demikian juga akan menyebut apoy pada buah jeruk limau, bir, mangga, dan buah-buahan lain yang memiliki bentuk dan ukuran sejenis.

 Pemerolehan pragmatik

Pragmatik dalam bidang bahasa berkembang sebagai studi tentang penggunaan bahasa dalam hubungannya dengan orang lain, terutama hubungan di antara kalimat dengan konteks dan situasi penggunaannya.

Berikut ini adalah urutan pemerolehan pragmatik pada anak. Pertama, pemerolehan yang komunikatif dan pengembangan ungkapan bahasanya. Niat komunikatif ditunjukkan anak pada minggu-minggu awal setelah kelahirannya. Niat tersebut deskripsikan dengan tersenyum menoleh bila dipanggil. Niat komunikatif secara vokalisasi dalam bentuk bunyi baru dilakukan pada saat bayi berusia 13 bulan. Selain itu ucapan yang diucapkan adalah bentuk refleksi atau situasi yang menarik bagi dia yang dilisankan.

Kedua, pengembangan kemampuan bercakap-cakap dengan segala urusannya pada tahap ini anak mulai menguasai aturan-aturan percakapan. Anak memiliki kesantunan secara gradual dalam bergiliran ketika berkomunikasi.

Ketiga, pengembangan piranti untuk membentuk wacana yang kohesif. Anak belajar memperoleh piranti untuk membentuk wacana yang kohesif dari orang dewasa sebagai teman berbicaranya. Teman berbicara orang dewasa juga akan sering membantu anak dengan banyak mengulang kata kunci yang dianggap kurang didengar atau kurang dipahami anak.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ikuti tulisan menarik Ardiansyah Tubagus Halimi lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terpopuler