Silang Sengkarut - Analisis - www.indonesiana.id
x

image: Aksonsat Uanthoeng from Pexels

sucahyo adi swasono

Pegiat Komunitas Penegak Tatanan Seimbang (PTS); Call Center: 0856 172 7474
Bergabung Sejak: 26 Maret 2022

Sabtu, 16 Juli 2022 15:16 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Silang Sengkarut

    "Mengapa terjadi krisis berkait dengan perut? Keserakahan membabi buta demi hegemoni adalah jawabnya ..."

    Dibaca : 531 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    dunia ... 

    kian menggejala jalan mengarah

    pada kekacauan, pada ketidakpatutan

    di seluruh sendi kehidupan tanpa ruang sisa

    krisis multivalen nampak tak terhindarkan

    mengapa?

    karena manusia ‘tlah lalai kepada Tuhannya

    Sang Pencipta Segala yang seharusnya dihamba

     

    mengapa terjadi krisis berkait dengan perut?

    keserakahan membabi buta demi hegemoni

    adalah jawabnya ...

    dominasi kekuasaan tak terkendali menghegemoni antar negeri

    adalah titik pijak hulu yang mengharu biru ...

     

    hukum dan keadilan tinggal nyanyian retoris

    bergaung dari ruang gulita tak berpelita

    krisis karena bawah perut pun menyeruak berasak-asak 

    pencabulan tak lagi kenal adab, kian biadab

    korupsi predatori menjadi-jadi, akut menuju bangkrut

    marak berarak satu demi satu menjadi beribu-ribu

     

    hukum dan keadilan tinggal nyanyian retoris

    karena sang penegak ‘tlah sempoyongan

    terbius dan mabuk opium, candu, marijuana kebiadaban

    mengubur dalam-dalam pikiran sikap arif bijaksana

    menjelmalah perilaku angkara murka

    dalam topeng dan jubah cendekia aulia memadu palsu ...

     

    jikalau demikan, kemanakah bahtera kita hendak melaju?

    menuju pulau emaskah?

    hanyalah mimpi yang tak terbeli

    karena sungguh tak disadari, betapa manusia ‘tlah lepas diri

    dari kepatuhan atas ketetapan Sang Ilahi

    cennderung berlaku timpang, menepis kikis berlaku seimbang ... 

     

     

    Kota Malang, Juli hari keenam belas, Dua Ribu Dua Puluh Dua, 

    “Saatnya sadar diri berintrospeksi demi padamu negeri ibu pertiwi ...”

    Ikuti tulisan menarik sucahyo adi swasono lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.