Karena Politik Itu Bangsat - Analisis - www.indonesiana.id
x

sucahyo adi swasono

Pegiat Komunitas Penegak Tatanan Seimbang (PTS); Call Center: 0856 172 7474
Bergabung Sejak: 26 Maret 2022

Selasa, 19 Juli 2022 16:09 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Karena Politik Itu Bangsat

    Belum pernah tergurat dalam sejarah, model kehidupan yang memancarkan hidup saling kasih sayang dan saling memakmurkan yang dibangun di atas pondasi politik, politik, dan politik. Belum pernah!

    Dibaca : 789 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    silakan saja ditelusuri dan dijelajahi

    sepanjang sejarah peradaban manusia

    jikalau memang sungguh, tak sekedar beravonturir

    hanya demi menyandang label gelar sebagai cendekia

    dan ditasbihkan dalam seremonial sakral yang hanya mengelabui akal bernalar

    model kehidupan yang memancarkan hidup saling kasih sayang dan saling memakmurkan

    yang dibangun di atas pondasi politik, politik, dan politik?

    silakan saja, kawan ...

    namun, mampukah memberikan jawaban tentang harmonisasi nan seimbang di ranah hidup dalam kehidupan ini?

    bila wujud hidup saling kasih sayang dan saling memakmurkan dalam kehidupan akan terpancar

    di kala politik dijadikan sebagai satu-satunya alat perjuangan dan langkah dalam mewujudkannya?

    jawaban manakah yang bisa disajikan, kawan ...

    aku hanya ingin  tahu, dan tak lebih dari itu

     

    simak saja ruh alat perjuangan politikmu

    yang begitu lantang mengatasnamakan demi keadilan sosial bagi seluruh rakyat tanpa sekat dan batas

    lantas, apa yang bisa dicamkan

    begitu terngiang gema ruh alat perjuangan politikmu

    tak ada kawan dan lawan yang abadi di ranah politik, yang abadi hanyalah kepentingan dan kepentingan belaka

    dan, ketika kekuasaan telah tergenggam di tangan

    maka jangan sekali-kali berpikir bagaimana cara untuk melepaskannya

    berpikirlah bagaimana cara untuk mempertahankannya

    dengan segala cara dan upaya yang kau bisa

    seperti itukah?

     

    kedaulatan ada di tangan rakyat, adalah jargon kamuflase mengawang berhembuskan angin

    melipur lara mendayu dalam harap dengan nyanyian yang meninabobokan 

    para kebanyakan yang menjadi alas kaki piramidal politik dan kekuasaan

    karena sesungguhnya kedaulatan adalah di tangan Tuhan

    bukan di tangan rakyat seperti yang dinyanyikan di atas podium, mimbar, dan kutipan dari para ahli kitab

     

    masihkah bersikukuh dengan alat perjuangan politikmu?

    salahkah bila kutandaskan di sini, bila politik itu tak lebih dari sama dan sebangun

    dengan apa yang bernama, bangsat ...

     

    Kota Malang, Juli hari kesembilan belas, Dua Ribu Dua Puluh Dua.

        

        

    Ikuti tulisan menarik sucahyo adi swasono lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.