Girangnya Segudang Ide - Humaniora - www.indonesiana.id
x

Gambar oleh Tri Le dari Pixabay

Taufan S. Chandranegara

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 23 Juni 2022

Rabu, 20 Juli 2022 17:41 WIB

  • Humaniora
  • Topik Utama
  • Girangnya Segudang Ide

    Tabik. Salam hari bahagia selalu. Teman muda. Ini artikel untuk adik-adik pelajar. Barangkali berminat mengembangkan citra tulisannya. Dalam artikel, Girangnya Segudang Ide, semoga menjadi inspirasi, bersegera menulis. Yuk! Belajar bareng bertukar cerita, dengan para penulis hebat di Indonesiana, ini.

    Dibaca : 771 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Seumpama nih. Adik sekarang usia sepuluh tahun, Kakak usia tiga belas tahun, dikurangi masa balita Adik dan Kakak, masing-masing lima tahun, artinya, Adik telah punya waktu merekam banyak peristiwa sekeliling, lima tahun, Kakak punya waktu merekam banyak peristiwa sekeliling, delapan tahun. 

    Luar biasa hebat. Mata bagai lensa camera, melihat. Otak, fungsi sederhananya merekam, menyimpan data. Lengkaplah hidup setiap insan di dunia bersama ruh kehidupan di badan. Seru ya.

    Setiap orang memiliki kelebihan-kekurangan, keduanya, berkat atau rezeki dari Sang Pencipta, dapat dijadikan kekuatan optimis. Semisal begini, si A memiliki daya tangkap cepat dengan berbagai pertimbangan kebijaksanaan pada dirinya, untuk menuju baik atau benar, si B memiliki daya tangkap lambat dengan berbagai pertimbangan kebijaksanaan pada dirinya, untuk menuju baik atau benar, pada usia rata-rata seperti tertulis di atas itu.

    Nah, meskipun B lambat, tetap dapat menuju baik atau benar, artinya, A dan B dapat menyelesaikan tugas sekolah. Lambat, bukan berarti kurang pintar, cepat, bukan berarti lebih pintar. Kedua hal itu dapat bergotong-royong, saling membantu, saling belajar, maka hidup akan menemukan harmoni kebahagiaan berteman, bersahabat, karena di dalam hidup banyak peristiwa dapat dicatat di otak manusia untuk di ingat-ingat.

    Jadi, banyak hal bermanfaat untuk membangun diri sendiri, agar berguna bagi sesama. Bayangkan, Adik memiliki lima tahun rekaman peristiwa, Kakak memiliki delapan tahun rekaman peristiwa, pasti, dari masing-masing peristiwa di data ingatan Adik dan Kakak, dapat bermanfaat untuk sesama. Semisal, bisa bikin, cerita pendek, puisi, novel, artikel, sains sederhana, menggambar dan lain sebagainya, sesuai dengan keinginan kreatif, positif pada dirimu.

    Ide, hadir akibat rekaman peristiwa di dalam hidup seseorang, ide melukis bunga, pegunungan, berkebun, melukis laut, misalnya. Bagaimana memantik-cipta kreasi ide, agar menjadi sebuah karya tulis atau seni, atau hobi kreatif, mudah, semisal, Adik atau Kakak melihat sesuatu, lalu ingat-ingat sesuatu itu, sepulang sekolah, atau sedang jalan-jalan dengan Bunda dan Ayah, bisa segera dicatat atau fokuskan pikiran, rekam di ingatan.

    Ide, wajib-harus dihadirkan, sekalipun dengan cara sederhana, semisal dengan cara bermain dengan teman, bertanya pada Bunda dan Ayah tentang banyak hal bermanfaat, bincang-bincang dengan Pak Guru dan Ibu Guru, membaca buku cerita rakyat, dongeng-dongeng atau melakukan hal bersifat positif. 

    Jadi, tidak ada istilah ‘kehabisan ide’ atau ‘sedang tidak ada ide’ karena ide ada di sekitar hidup seseorang, di mana saja kapan saja, ide dari sekeliling atau dari rekaman peristiwa di ingatan seseorang.

    Apa sih ide, singkatnya, keinginan berbuat kreatif dan positif. Lengkapnya sila dilihat di Kamus Besar Bahasa Indonesia-KBBI. Salam Generasi Indonesia Keren Banget.

    ***

    Jabodetabek Indonesia, Juli 20, 2022 

    Ikuti tulisan menarik Taufan S. Chandranegara lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.