Penantianku - Fiksi - www.indonesiana.id
x

Commuter menunggu di peron kereta pada suatu hari yang cerah (Sumber: Pixabay)

sucahyo adi swasono

Pegiat Komunitas Penegak Tatanan Seimbang (PTS); Call Center: 0856 172 7474
Bergabung Sejak: 26 Maret 2022

Jumat, 22 Juli 2022 07:41 WIB

  • Fiksi
  • Topik Utama
  • Penantianku

    Menanti, saat yang paling menjemukan dan menggelisahkan dalam mendapatkan kepastian jawaban ...

    Dibaca : 653 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    dalam penantian, pantulan sesungging dera

    gelisah dalam resah, karena kepastian yang tak kunjung tiba

    guratan kata jiwa memadu gelora, sampai kapankah?

    aku bertahan dan bertahan dalam penantian ini ...

    mungkinkah ini hanya menimpaku?

    membungkam teriakan jiwa yang teramat sulit

    menerima ajakan kompromi dalam negosiasi

    pada prinsip yang wajib dibawa hingga mati

    yang takkan kukhianati sendiri

    meski segudang onggokan bujuk rayu

    menghampiri kian kemari

    agar aku mau mengamini ... 

    tidak!

     

    Kota Malang, Juli hari kedua puluh satu, Dua Ribu Dua Puluh Dua.  

    Ikuti tulisan menarik sucahyo adi swasono lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.





    Oleh: Mukhotib MD

    14 jam lalu

    Kulihat

    Dibaca : 85 kali