Menghidupkan Budaya Mati - - www.indonesiana.id
x

sucahyo adi swasono

Pegiat Komunitas Penegak Tatanan Seimbang (PTS); Call Center: 0856 172 7474
Bergabung Sejak: 26 Maret 2022

Jumat, 22 Juli 2022 17:41 WIB

  • Topik Utama
  • Menghidupkan Budaya Mati

    Budaya, lebih bermakna sebagai pandangan dan sikap hidup dari manusia sebagai ciptaaan Tuhan dengan segala aktivitasnya, berpikir, bernarasi dalam ucap kata dan perilakunya manakala berhadapan dengan kenyataan alam dalam sosial budayanya ...

    Dibaca : 530 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Dia Allah, Tuhan Sang Pencipta Segala

    meniupkan angin sebagai kabar gembira, mendahului kedatangan rahmat-Nya

    sehingga apabila angin itu membawa awan menjadi mendung

    kemudian dihalau-Nya menuju daerah kering tandus

    lalu diturunkanlah menjadi hujan, ditumbuhkan-Nya berbagai tanaman pepohonan, biji-bijian dan buah-buahan 

    hanya karena agar setiap manusia mau hidup bersyukur

    atas segala nikmat dari Tuhan semesta alam

    begitulah hanya bagi yang mau berpikir dan berpikir dengan penuh kesadaran ... 

    namun sayang, hanya segelinitir manusia yang mau menyadari dengan pikiran, tutur ucap katanya, serta segala adab prilakunya ... 

    seperti itulah majas konsepsi rancang bangun kedaulatan ilmu Tuhan atas segala ciptaan-Nya

    seiring dengan pasti alam  bagi sosial budaya manusia yang telah mati

    energi pancaran cahaya matahari , adalah gambaran nyata kedaulatan ilmu Tuhan bagi manusia

    sudahkah kesadaran massal manusia sampai kesana?

    atau masih terbelenggu oleh keakuannya?

     

    laksana menghidupkan budaya yang telah mati

    mari dicerna, untuk menatap situasi dunia tempat berpijak kita saat ini

    bila kita ingin menjadi bagian dari yang terselamatkan

    dari hantaman gelombang ketimpangan hidup kian membabi buta, meraja lela dan tak terkendali

    menuju hidup seimbang menurut maunya Tuhan

    adalah sebuah jawaban yang wajib diejawantahkan ...

    bilakah?

     

    Kota Malang, Juli hari kedua puluh dua, Dua Ribu Dua Puluh Dua.  

     

    Ikuti tulisan menarik sucahyo adi swasono lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.