Tinta Ngadat - Humaniora - www.indonesiana.id
x

orang sedang menulis

jihan ristiyanti

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 9 April 2022

Minggu, 24 Juli 2022 06:38 WIB

  • Humaniora
  • Topik Utama
  • Tinta Ngadat

    Aku menduga, Tuhan menciptakan tawa kala dunia diliputi mendung. Barangkali, itu adalah CaraNya, agar kita lebih akrab dengan tawa.

    Dibaca : 722 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Masih sangat pagi, setidaknya untuk bergulat dengan mesin printer. Satu tetes tinta pun enggan ia keluarkan di selembar kertas putih tanpa dosa itu. Apa salah kertas itu? Sehingga, mesin printer bermerek HP seri 2775 yang baru dibeli majikannya 6 bulan lalu, ngambek di pagi hari. Saat orang-orang pekerja, bahkan belum memanaskan mesin motor mereka. 

    Barangkali, malam sebelum fajar datang tadi, mereka bertengkar hebat. Entah apa yang diributkan. Sang majikan hanya mengamati tingkah pola mereka. Sementara, mesin printer masih ngotot untuk tidak membagikan tintanya. Dan kertas A4 bermerek Sidu tetap kekeh masuk ke dalam mesin, meski keluar tanpa satu abjadpun.

    Derit suara mesin beradu dengan gesekan kertas, makin lama makin terdengar nyaring. Geram, melihat pertikaian keduanya. Sang majikan lalu pergi menjelajah dunia. Mencari tahu, bagaimana cara mendamaikan keduanya. Akhirnya, setelah beberapa waktu, ia menemukan satu cara.

    Ia kembali dan mengambil panci kecil. Diisinya air tak kurang dari tinggi jari manis. Dipanaskannya di atas tungku. Selepas itu, ia keluarkan kartrid tinta dari dalam mesin. Membuka perekat yang menutupi lubang-lubang tinta dan merendamnya ke dalam mangkok berisi air panas. Tentu, tanpa membuat lubang-lubang itu kemasukan air.

    Tiga puluh menit sudah, kartrid itu berendam. Sekarang waktunya ia mengeringkan diri dan kembali ke tempatnya. Sembari bersolek, ia berjalan pulang diantar sang majikan. Dengan muka manyun, ia masuk ke dalam rumah kartrid. Sementara, kertas merasa gembira melihat kedatangannya. Saking senangnya, ia langsung meluncur masuk ke dalam mesin. Dan benar saja, semua abjad dan angka-angka bermunculan. Mereka menari-nari di atas kertas putih yang kini tak lagi sepenuhnya putih.

    “Barangkali, seperti itulah perjalanan,” guman sang majikan sambil terkekeh.

    Saat kau menempuh perjalanan panjang. Sekali waktu, mesin bisa saja ngadat atau tangki bensin kosong tanpa aba-aba. Mungkin indikator bensin di kendaraan telah lama mati. Tapi, tetap saja, di waktu lain, kau juga manikmati semilir angin kota yang menenangkan. Pemandangan kota yang tiba-tiba menjelma menjadi puisi. Termasuk tawa akibat printer ngadat, sementara puluhan file harus dicetak. Bagaimana lagi, marah pun tak memperbaikinya. 

    “Pantes saja ngadat, sebulan nggak dipanasin”, tutur majikan sembari menertawakan dirinya sendiri.

    Ikuti tulisan menarik jihan ristiyanti lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.