Pengolahan Jerami Padi Menjadi Biochar Bersama Mahasiswa KKN Tematik Unej di Desa Tegal Mijin - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

KKN UNEJ Desa Tegalmijin - Grujugan

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 25 Juli 2022

Selasa, 2 Agustus 2022 07:53 WIB

  • Peristiwa
  • Topik Utama
  • Pengolahan Jerami Padi Menjadi Biochar Bersama Mahasiswa KKN Tematik Unej di Desa Tegal Mijin

    Percobaan pembuatan biocharcoal dalam skala kecil Mahasiswa KKN Tematik UNEJ di Desa Tegal Mijin Kecamatan Grujugan Kabupaten Bondowoso. DPL: dr. Yudha Nurdian, M.Kes

    Dibaca : 386 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Foto: Percobaan pembuatan biocharcoal dalam skala kecil

    Mahasiswa KKN Universitas Jember yang bergabung dalam kelompok 267 di Desa Tegal Mijin Kecamatan Grujugan Kabupaten Bondowoso melakukan kegiatan observasi potensi. Potensi terbesar di desa ini adalah sektor pertanian terutama padi. Selama musim panen padi selain beras juga dihasilkan sekam padi dan jerami padi. Sekam padi di desa ini dimanfaatkan untuk proses pembakaran batu bata, sedangkan untuk jerami padi tidak dimanfaatkan secara maksimal. Kelompok 267 berencana untuk mengoptimalkan pengolahan limbah pertanian jerami padi agar dapat digunakan oleh masyarakat Desa Tegal Mijin.

    Pengoptimalan jerami padi dilakukan dengan mengolahnya menjadi biochar (biocharcoal). Biocharcoal merupakan bahan padat (berupa arang) yang memiliki kandungan karbon organik yang tinggi dari hasil pembakaran yang menggunakan metode pirolisis. Metode pirolisis merupakan proses pembakaran dengan sedikit atau tanpa menggunakan oksigen pada suhu tinggi dari limbah pertanian. Limbah pertanian tersebut meliputi tembakau, jagung, jerami padi, dan lain-lain. Proses pembakaran atau pembentukan arang tersebut juga tidak membutuhkan bahan kimia tambahan, sehingga proses pembuatan biochar tersebut ramah lingkungan. 

    Foto: Percobaan pembuatan biocharcoal dalam skala kecil

    Pada Minggu ke-2 KKN Tematik UMD UNEJ ini, kelompok 267 melakukan kegiatan percobaan pembuatan biochar.  Proses pembuatan biochar dilakukan dengan dua tahapan yaitu tahap percobaan dalam skala kecil dan skala produksi. Percobaan pada skala kecil dilakukan untuk menentukan tingkat keberhasilan metode dan menemukan desain alat yang tepat sehingga dapat diaplikasikan untuk percobaan dalam skala produksi. Hasil dari percobaan dalam skala kecil ini  kemudian akan diaplikasikan pada penumbuhan bibit cabai yang dapat diamati pertumbuhannya dalam kurun waktu 10 hari. Produk biocharcoal yang sudah teruji selanjutnya akan dilakukan proses produksi dalam skala besar dan dapat digunakan untuk lahan-lahan persawahan atau pertanian baik dalam lahan kering maupun lahan basah.

    Tim KKN Tematik 267 UNEJ yang dibimbing oleh dr. Yudha Nurdian, M.kes dan beranggotakan Pinsensius Andreas, Risang Hadi Wasesa, Fandika Firman Wijaksana, Tusiana Putri Nelumbium, Widya Lestari, Dwi Mutia Hassny, Novinka Sinta Isnainiyah, Nafilah Syahrani, dan Siti Hamidah melalui program biochar ini dapat meningkatkan kesuburan lahan pertanian dan perekonomian masyarakat serta membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar.

     

    Ikuti tulisan menarik KKN UNEJ Desa Tegalmijin - Grujugan lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.