PNIB: 77 Tahun Indonesia Merdeka, Gelorakan Merah Putih, Bumikan Pancasila, Tolak dan Lawan Khilafah Terorisme dan Politik Identitas - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Erri Subakti

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Selasa, 2 Agustus 2022 12:02 WIB

  • Peristiwa
  • Topik Utama
  • PNIB: 77 Tahun Indonesia Merdeka, Gelorakan Merah Putih, Bumikan Pancasila, Tolak dan Lawan Khilafah Terorisme dan Politik Identitas

    Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB), sebuah ormas lintas agama, suku, bangsa, dan budaya, dalam beberapa tahun terakhir ini aktif di berbagai daerah di Indonesia menggelar kegiatan-kegiatan bertema kebangsaan, nasionalisme dan mendukung tegaknya NKRI yang berfalsafah Pancasila. PNIB diketuai Gus Wal (AR. Waluyo Wasis Nugroho) telah menggelar Kirab Merah Putih di Yogya dan Jombang pada Juni lalu, dan kerap mengadakan Ngaji Pancasila di beberapa daerah.

    Dibaca : 1.326 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Ketua Umum PNIB (Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu) AR. Waluyo Wasis Nugroho atau akrab disapa Gus Wal, mengemukakan bahwa di bulan Agustus dimana bangsa Indonesia menyongsong peringatan Hari Kemerdekaannya, sudah selayaknya bangsa dan masyarakat Indonesia mengibarkan bendera merah putih di halaman rumah, kantor, dan di mana pun.

    "Mari kita gelorakan merah putih dengan mengibarkan bendera kebangsaan Indonesia ini sepanjang Bulan Agustus, sebagai tanda dukumgan masyarakat untuk tegaknya NKRI," ujar Gus Wal.

    "Di tengah ketidakpastian kondisi dunia, ancaman pecahnya NKRI kini tak langsung berasal dari serangan asing, melainkan melalui proxy-proxy asing yang bisa berwujud berbagai macam kedoknya. Termasuk kedok agama, membawa nama ormas atau lembaga agama yang mengusung ideologi transnasional yang berbahaya, yaitu khilafah, dimana pengusung ideologi ini sudah dinyatakan sebagai jaringan kelompok terorisme, justru di banyak negara muslim," tutur Gus Wal.

    "Pun di Indonesia terang benderang proxy asing tersebut yang ingin mengoyak persatuan dan kesatuan bangsa, dengan munculnya organisasi, perkumpulan, lembaga, bahkan yayasan pendidikan yang mengkader, menggalang massa pendukung ideologi haram terlarang khilafah, radikalisme, dan terorisme," katanya.

    Gus Wal juga mengajak masyarakat untuk membumikan Pancasila di mana pun dan kapan pun. "Baik di lingkungan kampung atau desa, tetangga, sekolah, tempat kerja, kita bumikan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari."

    "Juga kita waspadai berbagai propaganda provokatif yang kadang berasal dari para da'i pengasong khilafah. Jangan sampai masyarakat terkecoh. Mereka mengklaim merasa paling mewakili umat Islam, merasa paling Islam, paling benar. Ceramah-ceramah seperti itu sudah provokatif kalau sudah merasa paling, yang ujungnya anti pemerintah dan menghasut berbuat tindakan-tindakan radikalisme, yang mendukung aksi terorisme," tutur Gus Wal.

    Gus Wal juga berpesan agar kita menolak da'i provokator pengasong ideologi khilafah dan politik identitas, yang hanya akan memecah belah kerukukan umat beragama dan suku bangsa yang beragam di nusantara ini.

    "Tolak dan lawan khilafah dan politik identitas," ujarnya.

     

    Menutup, Gus Wal mengatakan, "Jaga kampung desa dari ideologi transnasional khilafah radikalisme, dan terorisme, bahaya laten ormas terlarang FPI, HTI, NII."

     

    "Jaga bangsa, bela negara, lestarikan budaya nusantara dan Pancasila," pungkasnya.

     

    Ikuti tulisan menarik Erri Subakti lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.