Inovasi Penganan Antianemi Berbahan Lokal Desa Taman Besutan Mahasiswa KKN Unej - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

KKN UNEJ Desa Taman - Grujugan

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 24 Juli 2022

Kamis, 4 Agustus 2022 09:56 WIB

  • Peristiwa
  • Topik Utama
  • Inovasi Penganan Antianemi Berbahan Lokal Desa Taman Besutan Mahasiswa KKN Unej


    Dibaca : 365 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Bondowoso, 1 Agustus 2022 – Pemberian tablet tambah darah pada remaja putri telah menjadi salah satu program kesehatan yang kerap dipromosikan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam upaya pemerintah untuk menurunkan prevalensi generasi stunting. Perempuan yang sudah menginjak usia remaja ( > 12 tahun) memiliki angka kejadian anemia yang lebih tinggi dibandingkan semua kelompok umur. Hal ini disebabkan karena masa menstruasi yang menyebabkan mereka kehilangan banyak darah dan zat besi, sehingga terjadi anemia defisiensi besi yang mempengaruhi pembentukan hemoglobin dalam tubuh.

    Anemia pada remaja putri dapat berdampak buruk pada kesehatan karena saat remaja putri tersebut menjadi ibu hamil, akan menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan janin yang tidak optimal, serta berpotensi menyebabkan komplikasi kehamilan dan persalinan serta kematian ibu dan anak.

    Upaya pencegahan dan penanggulangan anemia dilakukan dengan mengonsumsi makanan yang cukup mengandung zat besi dan protein untuk meningkatkan pembentukan hemoglobin serta penyerapan zat besi dalam tubuh. Selain banyaknya remaja putri yang enggan mengkonsumsi tablet tambah darah karena rasanya tidak enak, remaja putri juga sering melakukan diet yang keliru sehingga kebutuhan gizi tidak tercukupi.

    Mahasiswa KKN Tematik Unej Membangun Desa Kelompok 268 di bawah bimbingan dr. Yudha Nurdian M.Kes. dan beranggotakan Adhyasta Yuda Adrianto, Aditya Faradina Salsabilla, Anis Fila Klaudia, Dewi Sulistiawati, Efga Chanda Alifiandhi, Fatimatus Zahroh, Irfan Maulana, Lien Govi Yezavado, Tiara Puspita Arisanti, dan Yusrian Darus Syifa mencoba mencari solusi dari permasalahan tersebut dengan menginovasikan biji nangka menjadi olahan brownies yang disukai remaja putri. Inovasi yang didapatkan ini muncul dari observasi potensi alam yang berada di Desa Taman, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso.

     

    Biji nangka yang mengandung zat besi dan kandungan gizi bermanfaat lain yang biasanya dibuang dapat dimanfaatkan menjadi olahan yang bergizi untuk mencegah anemia pada remaja putri. Dengan program kerja yang diusung ini, Mahasiswa KKN Tematik Unej Membangun Desa Kelompok 268 juga akan mengajak pihak Puskesmas Grujugan untuk turut serta melakukan penyuluhan untuk meningkatkan kesadaran remaja putri akan pentingnya mengenal faktor risiko anemia dan cara pencegahannya. Dalam jangka panjang, diharapkan lebih banyak remaja putri yang sadar bahwa penurunan generasi stunting juga bergantung pada kesehatan mereka.

    Ikuti tulisan menarik KKN UNEJ Desa Taman - Grujugan lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.