Senandika Dalam Esai Rajawali - Analisis - www.indonesiana.id
x

Gunung Sumbing, Temanggung, Jawa Tengah di sore hari

Taufan S. Chandranegara

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 23 Juni 2022

Jumat, 5 Agustus 2022 07:35 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Senandika Dalam Esai Rajawali

    Tabik. Salam hari bahagia selalu. Ini artikel untuk teman muda pelajar. Barangkali berminat mengembangkan citra tulisannya. Dalam artikel ini, Solilokui Dalam Esai Rajawali, semoga menjadi inspirasi, bersegera menulis. Yuk! Belajar bareng bertukar cerita, dengan para penulis hebat di Indonesiana. Salam baik saudaraku.

    Dibaca : 324 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Ibunda Tanah Negeri, merenda awanawan mencipta gerimis agar bumi tetap subur terindah. Tetumbuhan terjaga, kesuburan, memberi warna pada langit. Ibunda, merawat semua bunga selalu cemerlang, embunembun bersinar, memantulkan kerlip cahaya sang matahari. 

    Capungcapung, senantiasa menghampiri, bercengkerama dengan kupukupu, di antara warnawarni menawan sari bunga, beterbangan, saat silirsemilir angin, menyapa tersenyum elok nian.

    Keagungan kasih Ibunda kepada beta tak terhingga. Kasih Ibunda kepada hamba, bagai Bukit Barisan seindah subaksubak dalam irama kecak.cak.cak negeri agraris, berderetderet, menjulang tinggi, menata panorama menuju puncak Jayawijaya. 

    Cuaca di awanawan menerangi ratna mutu manikam menuju lereng puncak Kerinci, bagai bukitbukit surga Rinjani meliukliuk. Membentuk sketsa kurva horizon, melandai, menempuh samudra sambung menyambung menuju, Zamrud Khatulistiwa.

    Bak putri seribu satu malam berlenggoklenggok bergaun gemerlap anggun purnama Toba, nuraninya indah, sublim. Tertulis sajaksajak filosofis para penyair tanah air. Menyatukan ribuan pulau.

    Pesona mata senyum nan cantik, aduhai, dalam irama melayu, merdu, membuat pegunungan Dieng menyala fajar persaudaraan. Pelukan cinta, melukis panorama untaian puisi berjuta nyiur melambai. 

    Soraksorai kebahagiaan. Awanawan berarakarakan, ritmis, bergerak, dinamis. Iman, dalam Tari Saman. Sasando di kejauhan mengalunkan bunyi keindahan, kecantikan panorama tanah tradisi. Fitrah budayabudaya negeri berjuta pepohonan hutan hujan, hijau memukau sukma.

    Berjuta cucu Ibunda dilahirkan, mengolah tanah tradisitradisi, menjaga kepurbaan sejarahsejarah leluhur. Pahlawanpahlawan, telah mengukir keteladanan, mengibarkan Sang Dwiwarna. Terima kasih Ibunda.

    Selamat belajar para pelajar Indonesia. Hari baru senantiasa mencipta tujuan. Mengukuhkan citacitamu. Menjaga Benderamu. Salam Indonesia Unit Saudaraku.

    ***

    Jabodetabek Indonesia, Agustus 04, 2022.

    Ikuti tulisan menarik Taufan S. Chandranegara lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.