Gandrung - Fiksi - www.indonesiana.id
x

Den Aslam

Penyair
Bergabung Sejak: 4 Agustus 2022

Sabtu, 6 Agustus 2022 09:44 WIB

  • Fiksi
  • Topik Utama
  • Gandrung


    Dibaca : 175 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Pagi yang sama.

    Derit ranjang dan seprei bunga plumeria.

    Keringat di tengkuk, punggung, dan selangkangan—

    udara panas menembus lubang ventilasi kamar.

     

    Aku terbangun, menatap waktu berlari melampaui angan

    dan buku-buku berserakan, sebagian terbuka wajahnya:

    Akulah jalang yang ingin hidup seribu tahun lagi.

     

    Tuliskan olehmu beberapa ramalan tentang masa depan

    pertanyaan-pertanyaan yang tak akan kita kenali jawabannya.

    Dalam dada, masih aku sisakan lembar terakhir buatmu:

    Akulah buku yang tak akan pernah selesai kaubaca.

     

    Di musim kemarau

    aku masih mengingatmu sebagai angin

    yang lincah di antara pohon-pohon pulai.

     

    2022

     

    #LombaPuisiTerokaIndonesiana

    Ikuti tulisan menarik Den Aslam lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.




    Oleh: Merta Merdeka

    19 jam lalu

    Haha huhu~

    Dibaca : 83 kali