Ayo Timnas U-16 Singkirkan Vietnam; Bikin Publik Optimis, Bukan Skeptis - Olah Raga - www.indonesiana.id
x

Timnas U-16 Saat berlaga di Piala AFF di Yogyakarta, Indonesia. Foto: Antara

Supartono JW

Pengamat
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 6 Agustus 2022 09:57 WIB

  • Sport
  • Topik Utama
  • Ayo Timnas U-16 Singkirkan Vietnam; Bikin Publik Optimis, Bukan Skeptis

    Sembuhkan sikap skeptis (meragukan) publik sepak bola nasional yang terbudaya terbuai dan melayang euforia saat Indonesia menang atas tim lemah, tetapi selalu terpuruk pada lawan sesungguhnya.

    Dibaca : 500 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Semoga BS mampu membuktikan kepada publik sepak bola nasional dengan memimpin anak asuhnya bermain menyamai apa yang dilakukan saat meladeni Singapura U-16. Menang permainan, menang gol, karena cerdas TIPS, tak terpancing emosi, tak egois, dan tak individualis. (Supartono JW.06082022)

    LEBIH hebat ketimbang Shin Tae-yong (STy), Bima Sakti (BS) akan membawa Timnas Indonesia U-16 mengalahkan Timnas Vietnam U-16 di matchday pamungkas Grup A Piala AFF U-16 2022, Sabtu 6 Agustus 2022 malam WIB? Itulah paragaraf awal dalam satu media online nasional yang saya temukan.!

    Media ini, nyatanya tidak beda dengan publik sepak bola nasional yang larut dalam euforia setelah Timnas Indonesia menggebuk Singapura U-16 9-0, dan langsung bikin berita yang dangkal.

    Masa BS dibandingkan dengan STy hanya dari event sekelas Piala AFF U-16? Hanya dari menang 9-0 atas Singapura U-16 dan bisa bermain tiki-taka karena lawan lemah? Ada-ada saja? Di bandingkan dengan Indra Sjafri (IS) atau Fakhri Husaini (FH) saja belum sebanding. BS baru merintis dan belajar untuk dapat sejajar dengan IS mau pun FH. Ayo, BS pasti bisa! Aamiin.

    Karenanya kali ini, saya kembali mengingatkan bahwa lawan sesungguhnya semua level Timnas Indonesia di kawasan Asia Tenggara itu, di antaranya Vietnam, Thailand, dan Malaysia. Jadi, bila Timnas Indonesia langganan mampu mengalahkan Singapura, Filipina, Brunei, Laos, Myanmar, Kamboja, Timor Leste, atau mampu mengalahkan Timnas negara lain di kawasan luar Asia Tenggara yang lemah, itu bukan prestasi!!!

    Menang vs Vietnam=prestasi

    Dalam event Piala AFF U-16 kali ini, pasukan Garuda U-16 hanya mampu membikin sebiji gol ke gawang Filipina. Tetapi mampu menceploskan 9 gol ke gawang Singapura. Mengapa bisa demikian? Jawabnya, lihat fakta statistik laga mau pun fakta kualitas TIPS Timnas Filipina U-16 mau pun Timnas Singapura U-16.

    Jadi, publik sepak bola nasional jangan selalu menghibur diri dan terus bereuforia saat Timnas Indonesia mampu menang atas lawan yang lemah, bukan lawan sesungguhnya. Tetapi minimal punya harapan yang tidak meleset.

    Semisal, harapannya tidak semeleset saat Garuda Belia hanya mampu bikin 1 gol ke gawang Filipina U-16. Kemudian, harapannya, saat nanti bersua Vietnam U-16, TIPS cerdas para pemain Timnas Indonesia dapat muncul sama persis. Mampu menang permainan, mampu bermain dari kaki ke kaki, tiki-taka, tidak ada yang egois dan individualis. Tidak kalah mental sebelum bertanding dan tetap percaya diri saat bertanding. Tidak banyak melakukan kesalahan teknik kelas elementer dan fisik kuat. Itu namanya baru prestasi!

    Berbeda dengan yang dialami kakaknya di Timnas Indonesia U-19, yang nampak banyak rekayasa AFF demi Indonesia tersingkir, seperti jadwal Thailand U-19 vs Vietnam U-19 difase grup bertemu terakhir, kini Timnas Indonesia pun diuntungkan oleh AFF.

    Timnas Indonesia U-16 dan Vietnam U-16 dipertemukan di laga akhir, setelah keduanya meladeni tim lemah. Laga Indonesia U-16 vs Vietnam U-16 pun akan menjadi dua ujian sekaligus.

    Ujian pertama, apakah menghadapi Vietnam U-16, Garuda Belia dapat bermain seperti model saat meladeni tim lemah Singapura U-16? Ujian kedua, apakah Garuda Belia mampu menang atas Vietnam U-16, sekaligus membawa Garuda menjadi juara grup, lolos ke semi final, pun membalaskan dendam atas semua perlakuan Timnas Vietnam dan media massa Vietnam yang terus mengolok-olok Indonesia?

    Sebab, bila kalah mau pun hanya bermain imbang masih ada ancaman muncul runner up terbaik dari Grup C. Sementara dari Grup B, dipastikan hanya akan mengirim 1 wakil ke semi final, yaitu juara Grup.

    Kepastian ini didapat setelah dalam Grup B dan C, semua tim melakoni dua laga. Hasilnya, di Grup B Timor Leste (poin 4) dan Thailand (poin 4) serta di Grup C Malaysia (poin 4) dan Myanmar (poin 4) atau Laos (poin 3).

    Di laga terakhir fase grup, Timor Leste dan Thailand akan saling libas. Bila hasilnya imbang, poin tertinggi yang diraih kedua tim=5, otomatis hanya juara grup yang lolos. Bila salah satunya menang, maka runner upnya tetap dengan poin 4.

    Sementara, di Grup C, di partai terakhir, Malaysia bertemu Australia. Myanmar, akan meladeni Laos. Jika keduanya menang, maka poinnya sama-sama 7.

    Melihat trend di laga 1 dan 2, dan kekuatan tim yang sesungguhnya, nampaknya Thailand akan mampu lolos dari lubang jarum dengan menyingkirkan Timor Leste. Malaysia dan Myanmar pun sepertinya juga akan mengalahkan lawan-lawannya.

    Dengan demikian, agar Garuda Belia lolos ke semi final, bermain imbang vs Vietnam pun masih belum aman, bila Malaysia dan Myanmar menang atas lawannya serta mampu membikin gol yang mengalahkan raihan gol Indonesia.

    Untuk itu, duel sesungguhnya dan diselimuti aroma dendam Timnas Indonesia U-16 vs Vietnam U-16 yang akan digelar di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, pada Sabtu (6/8/2022) mulai pukul 20.00 WIB. menjadi laga yang paling di nanti oleh publik Asia Tenggara.

    Semoga tampil seperti vs Singapura U-16

    Semoga BS mampu membuktikan kepada publik sepak bola nasional dengan memimpin anak asuhnya bermain menyamai apa yang dilakukan saat meladeni Singapura U-16. Menang permainan, menang gol karena cerdas TIPS, tak terpancing emosi, tak egois, dan tak individualis.

    Bila hasilnya meleset dan tidak sesuai ekspetasi, imbang atau kalah, maka publik sepak bola nasional tidak harus kecewa dan berbalik menghujat setelah bereuforia. Risikonya pun tak melaju ke semi final.

    Yang realistis, berpikirlah bermain yang cerdas TIPS, tidak ada.pemain yang egois dan individualis, tidak kalah, minimal imbang hingga meraih poin 7. Sebab, meski Malaysia dan Myanmar menang dan sama-sama meraih poin 7, semoga produktivitas gol mereka tidak melampaui Indonesia.

    Lebih optimis lagi, harapannya, Indonesia melibas Vietnam dengan cara bermain yang sama seperti saat menyingkirkan Singapura U-16. Ayo, Garuda Belia, bikin publik sepak bola nasional optimis kepada kalian. Jangan hanya menang melawan tim lemah.

    Sembuhkan sikap skeptis (meragukan) publik sepak bola nasional yang terbudaya terbuai dan melayang euforia saat Indonesia menang atas tim lemah, tetapi selalu terpuruk pada lawan sesungguhnya.

    Ikuti tulisan menarik Supartono JW lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.









    Oleh: Michael HB Raditya

    Rabu, 10 Agustus 2022 16:50 WIB

    Ronaldo, Penjual KW, dan Cuan

    Dibaca : 326 kali