Cikepuh - Fiksi - www.indonesiana.id
x

Pantai Teleng Ria, Pacitan. Foto: Tulus Wijanarko

Farhanaang__

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 6 Agustus 2022

Minggu, 7 Agustus 2022 16:45 WIB

  • Fiksi
  • Topik Utama
  • Cikepuh


    Dibaca : 261 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Sembunyi pantai selatan

    Di suatu kejauhan pagang

    Angin menusuk, buih berhamburan

    Empat nelayan Cisolok terderu

    Ke atas, ke bawah, timbul - tenggelam

    Ombak terlalu, ombak melalu

    Tinggi! Tinggi! Tinggi!

    Berderu.......!!!

    "AKUUUU!!!"

    Entah apa maksudnya

     

    Pulang, pulanglah kita ke laut

    Ibu dari ibu yang paling hidup

    Daratan terlalu banyak menciptakan orang-orang tolol

     

    Mantra-mantra dilindas grafik-diagram

    Bicara kota-kota tanpa bicara langitnya

    Sia-sia.

    Kemajuan oh kemajuan

    Suatu kemunduran di tempat lain

     

    Sayang, di manakah bukit-bukit itu kau bariskan?

    Di antara rumah-rumah moderat nan kosong

    Atau di antara kaki dan selangkanganku?

    Kasih oh kekasih

    Menari-nari di kesunyian

     

    Segala, hanya tentang kira-kira

    Tak satupun yang apa-apa

    Segala, tak sampai jua kita jamah

    Hanya sedikit yang disediakan bahasa

     

    Kita masih di sini

    Kurus, kering, dan menulis

    Diperkosa oh diperkosa

    Tanda tanya lagi

    Ikuti tulisan menarik Farhanaang__ lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.