Bung! Ia akan Hidup Lebih Lama Lagi - Fiksi - www.indonesiana.id
x

#LombaPuisiTerokaIndonesiana

Muhammad Syahroni

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 9 Agustus 2022

Selasa, 9 Agustus 2022 08:35 WIB

  • Fiksi
  • Topik Utama
  • Bung! Ia akan Hidup Lebih Lama Lagi


    Dibaca : 479 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    api yang enggan memejam

    dalam kobaranmu,

    membakarku berkalikali.

     

    kau menelusuri

    tangantangan

    yang lemahlembut

    mencaricari

    yang seluruh.

     

    kau sepasang kesepian

    yang memanjangkan rambut

    mengunjungi dan

    tak pernah saling.

     

    kau masa yang pemalu

    membuai telukteluk

    yang tersisa

    dari waktu pukul 00.00 dan

    tanpa menakutnakuti.

     

    kau sehimpun gugusan

    suatu hari nanti

    tanpa kutolak.

     

    [bung jassin! katakan!

    dalam jiwanya

    yang sedikit pemalu

    terhadap kenyataan pahit,

    sajaksajaknya lebih piawai

    menjalani hidup

    ketimbang ia.

     

    pena telah ia hunuskan

    dan menusuk berkalikali] 10/3/44

     

    (aku merasa bahwa

    aku akan hidup

    lebih lama lagi.

     

    kematian sekalipun

    tak akan mampu

    melirik kepadaku.

     

    matanya yang pucatpasi&beku

    mencair pada matahari jantungku.

     

    aku menginginkannnya

    untuk selama-lamanya

     

    hingga lebih tua dari purba

     

    dan memiliki kemampuan

    untuk mencintai dan pergi

    tanpa permintaan apapun)

     

    [bung!

    jassin! jassin!

     

    katakan bahwa ia

    sama sekali tak bersalah!

     

    katakan, jassin!

    sekali saja!

     

    ia tak tahu siapa dirinya.

    dalam sajaksajaknya,

    ia berubahubah warna.

     

    itu bukan kesalahannya,

    jassin!

     

    ia.....

     

    hanyalah......

     

    jassin! katakan!] 11/3/44

     

    (aku ke langit. kematian

     

    tak membutuhkan

    sepuluh ribu nyawa

     

    untuk membuktikan.

    aku akan tak peduli

    apabila langit hari ini

    tak ada. atau lebih biru.

    atau abuabu. dari kemarin&

    harihari kemarin lagi.

     

    dan lebih tak peduli lagi

    seluruh sangsi. di mataku

    gelapgulita

    bernapas pelan.

     

    malam koyak

    terburai—aku

    pasti sudah mati

    dibunuh berkalikali.

     

    menikam

    bulan seorang,

    langit

    sangatamat luka.

     

    separah mati—aku

    menghirup perih berkalikali.

     

    di bawah mataku

    pisauamatsangatmenawan.

     

    di bibirku kematian

    berkalikali mengirim surat.

     

    o. kunangkunang&bajubaru

    o. daunkering.tubuhkurupanya

    o. terik—matahariyanglupakunyalakan

     

    berkalikali aku amat mati&akan hidup lebih lama lagi)

     

    Bandarlampung, 09/8/22

    #LombaPuisiTerokaIndonesiana

    Ikuti tulisan menarik Muhammad Syahroni lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.