9 Cara Menghadapi Penolakan - Humaniora - www.indonesiana.id
x

Penolakan

Ikhwanul Halim

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Selasa, 9 Agustus 2022 08:41 WIB

  • Humaniora
  • Topik Utama
  • 9 Cara Menghadapi Penolakan

    Ditolak memang sungguh menyakitkan. Tetapi bukan berarti akhir dari segalanya. Berikut sembilan cara untuk mengatasi rasa sakit akibat penolakan yang menusuk di rongga dada.

    Dibaca : 578 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Ditolak memang sungguh menyakitkan. Tetapi bukan berarti akhir dari segalanya. Berikut sembilan cara untuk mengatasi rasa sakit akibat penolakan yang menusuk di rongga dada.  

    1. Artis Pelarian

    Adegan berbahaya. Jangan ditiru.

    Hanya untuk sebagian orang-orang yang beruntung. Mereka dilahirkan dengan sebuah anugerah. Satu kemampuan untuk melarikan diri, menjadi tidak terlihat, menghilang selama berminggu-minggu, atau bahkan bertahun-tahun. Saat kamu tidak menduganya, mereka menghilang begitu saja. Mereka bersembunyi di liang gua gunung tinggi dan tidak keluar sampai mendapat pencerahan.

    Di dalam gua mereka tidak pernah tidur atau meninggalkan tikar tempat bersemedi, yang hanya berukuran 60 cm kali 80 cm. Dan mereka tidak makan apa pun kecuali udara.

    Ada teknik khusus untuk ini yang disebut pernapasan Taikunremcakram. Mereka dapat menghabiskan langit pelan-pelan, satu gigitan pada satu waktu.

    Beberapa penghuni gua melengkapi makanan mereka dengan setetes garam Himalaya, mengisap jari kelingking setiap hari saat fajar. Obat, yang dibuat oleh para pendeta, terbuat dari madu, dikumpulkan oleh spesies lebah gunung langka yang hanya minum dari bunga Utpala yang mekar setiap 4.000 tahun di taman Bilquis, dewi surga bangsa Ethiopia.

    Artis pelarian pintar. Mereka menolak dunia sebelum dunia dapat menolak mereka. Mereka menemukan arti cukup sebelum terlambat. Ini adalah metode pertama dan paling sempurna untuk menghadapi penolakan.

    2. Coba lagi

    Usaha tidak mengkhianati hasil.

    Anggap saja seolah-olah harga tiket masuk untuk acara pertunjukan tertentu. Ingat, sebagian besar kesenangan di dunia ini telah dilarang. Untuk setiap anak, ada orang dewasa yang besar, menghalangi jalan, berteriak: Tidak! Bukan kamu! Jangan harap!

    Abaikan saja dia.

     

    3. Amnesia

    Lupakan saja.

    Selalu ada setidaknya satu kenangan yang harus dilupakan. Foto yang akan disobek kecil-kecil dan dibakar. Tidak peduli berapa windu berlalu, foto itu semakin jelas. Setiap orang tahu persis gambar mana itu. Untuk menghancurkan gambar ini sangat penting. Rahasia amnesia, bagaimanapun, tidak mudah diungkapkan kepada pencarinya.

    Seorang gadis mungkin mengingat penampilan pentas pertamanya. Sebagai seorang gadis, mengenakan gaun beludru hitam, dia menyanyikan solo, di bagian atas paru-parunya. Salah menyanyikan lirik.

    Di pucuk pohon cemara. Burung kakaktua. Lalalalalala!

    Dia tidak pernah bernyanyi lagi. Andai dia bisa melupakannya....

     

    4. Praktisi Seni

    Biasakanlah.

    Orang tertentu mengenakan busana kain mori yang tipis, hanya rambut panjang hingga pinggang dan tidur di udara dingin tanpa selimut, sampai salju beku di sekitar kulit mereka mencair di kolam air hangat. Sampai kemeja kasar mereka berubah menjadi sutra. Kemudian mereka melihat Tuhan.

    Mereka adalah praktisi seni penolakan diri. Mereka menawarkan kepada dunia sebuah undangan. Silakan. Bakar aku. Hajar aku.

     

    5. Kekuatan Pikiran

    Bayangkan itu tidak pernah terjadi.

    Di setiap dunia, ada dunia lain. Dimensi sejajar. Setiap pikiran sebenarnya bercabang menjadi banyak pikiran. Rahasianya adalah untuk menghubungkan pikiran pilihan seseorang dengan dunia keinginan seseorang. Jangan fokus pada pengalaman literal. Semuanya adalah ilusi.

     

     

    6. Gunakan Mantra

    Lepaskan kutukan

    Ada beberapa kata ajaib yang manjur, bahkan suci. Menyimpan kekuatan dalam suku kata, diam atau terucap, rahasia takdir.

    Beberapa orang miskin teraniaya penguasa zalim tidak tahu bahwa mereka memiliki kekuatan mantra. Yang beruntung menemukannya secara tidak sengaja. Kenikmatan semata-mata memproklamirkan manifesto persetan, persetan, persetan, persetan....

     

    7. Berbohong

    Katakan bahwa kamu tidak pernah bermaksud untuk mengirimkan puisimu ke sini.

    Seperti memakai kacamata hitam tak kasat mata yang membuatmu dapat mengintip sesuka hati ke dimensi lain, kebohongan bisa sangat bermanfaat. Dan kenapa tidak? Siapa yang tahu kapan masa kanak-kanak yang lain mungkin menyenangkan, bersaing dengan kumpulan rasi bintang dan zodiak lain dalam hidup-hidupmu? Setiap jiwa merindukan liburan sesekali dari kebenaran.

     

    8. Meditasi

    Belajar sabar

    Menurut seorang motivator, jika seseorang bisa diam,  maka dunia akan datang kepadanya seperti lebah kepada nektar dan menawarkan apapun yang dia inginkan.

    Semua masalahnya akan terpecahkan. Semua kenangannya akan berubah menjadi manis. Keinginannya akan menjadi kenyataan secara alami seperti cabai merah matang di bawah sinar matahari bulan Juli.

    Tapi pertama-tama, dia harus menutup matanya dan tetap diam. Berapa lama? Dia ingin bertanya, tapi itu akan memecah kesunyian.

     

    9. Bermain Menjadi Tuhan

    Menjadi admin

    Menjadi dewa atau dewi. Wisnu, Sri, Athena, Thor, Semar. Kamu mungkin ingin mengubah namamu menjadi Bilquis dewi kebijaksanaan dan welas asih Ethiopia. Bilquis dengan kulit hijau, hijau kebiruan di tempat lindung teduh, atau oase padang pasir.

    Sebagai seorang dewi, dia memiliki kekuatan untuk menerima atau menolak siapa pun atau apa pun sesuka hatinya. Admin melakukan ini. Yang lain juga melakukannya. Dengan hati-hati menyunting masa lalu dan keyakinan mereka agar sesuai dengan yang mereka butuhkan.

     

    Bandung, 9 Agustus 2022

    Ikuti tulisan menarik Ikhwanul Halim lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.





    Oleh: Dien Matina

    2 hari lalu

    Antre

    Dibaca : 167 kali