Setajam Pena - Fiksi - www.indonesiana.id
x

kritik

sucahyo adi swasono

Pegiat Komunitas Penegak Tatanan Seimbang (PTS); Call Center: 0856 172 7474
Bergabung Sejak: 26 Maret 2022

Rabu, 10 Agustus 2022 08:22 WIB

  • Fiksi
  • Topik Utama
  • Setajam Pena

    Aku menggugah dalam gema suara tak terbata-bata. Bangkitkan kehidupan yang mati! Jangan diam membisu, membuta mata menutup telinga! Bila kau tahu, lalu tak mau tahu?

    Dibaca : 650 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Mengurai kata bernyawa

    Menghujam ke arah kehidupan yang mati

    Menggugah pikiran melompong

    Yang tak peduli pada ngilu sendi jeritan hati

    Hanya piara diri sendiri, enggan menoleh kanan kiri

    Gila akan reputasi, gengsi dan posisi halalkan segala cara

    Tajamnya pena dalam kata bernyawa inilah

    Aku menggugah dalam gema suara tak terbata-bata

    Bangkitkan kehidupan yang mati!

    Ke seluruh anak negeri tanpa kecualli

    Dari ujung timur hingga ujung barat

    Membentang jalinan di atas kesatuan pikiran

    Bahwa ketidakadilan dan keangkaramurkaan harus dienyahkan!

    Di bumi tanah merdeka yang tak kenal penghisapan dan penindasan atas sesama

    Masih adakah nyalimu wahai para punjangga?

    Dengan tajamnya penamu dalam suara yang bernyawa?

    Mengikis, meluluhlantakkan para durjana bangsa yang ‘tlah mati rasa!

    Jangan diam membisu, membuta mata menutup telinga!

    Bila kau tahu, lalu tak mau tahu?

    Yakinkanlah bila Tuhan masih bersama kita

    Selagi rela dengan jiwa raga dan harta yang kita punya

    Demi bumi anak negeri tanah merdeka ...

     

    Kota Malang, Agustus di hari kesepuluh, Dua Ribu Dua Puluh Dua.

    Ikuti tulisan menarik sucahyo adi swasono lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.