Saatnya Tarik Rem Darurat; Jumlah Perokok di Bawah Umur Melonjak - Analisis - www.indonesiana.id
x

Ruang baca by mbi ✍ Rifky Muhammad firdaus

pusat bantuan customerservicebymbi@gmail.com
Bergabung Sejak: 9 Juni 2022

Rabu, 10 Agustus 2022 18:35 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Saatnya Tarik Rem Darurat; Jumlah Perokok di Bawah Umur Melonjak

    Berita Trending yang merupakan berita yang di sediakan oleh ruang baca by mbi untuk memberikan pembaca informasi dan komunikasi. peringatan!! jangan menyalin,menduplikasi,maupun menggunakan artikel ini secara ilegal (di lindungi oleh media blogger indonesia)

    Dibaca : 391 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Pada tahun 2022, perokok di Indonesia sangat mengkhawatirkan karena konsumen rokok di Indonesia dikonsumsi oleh anak-anak di bawah umur. Konsumen rokok di bawah umur pun meningkat dari tahun sebelumnya. Ini di khawatirkan dapat memberikan pengaruh yang sangat besar bagi kesehatan dan masa depan mereka.

    Pemerintah Indonesia belum bergerak dan menindak lanjuti masalah ini. Bahkan, peraturan pemerintah (PP) No.109 tahun 2012 tentang pengamanan bahan yang mengandung zat akditif  berupa produk tembakau bagi kesehatan menuai banyak sekali kritikan dan penolakan serta perubahan. Indonesia harus melakukan kebijakan terhadap perokok di bawah umur.

    Tetapi, bukan hanya pemerintah yang harus menangani darurat perokok anak, orang tua pun harus ikut serta dalam menyelesaikan masalah ini. Tugas orang tua untuk menjaga anaknya hingga besar perlu di terapkan. Kasih sayang dan perhatian juga merupakan kunci agar anak tidak terpengaruh oleh pergaulan bebas. Tanpa adanya bimbingan dan pengetahuan generasi bangsa Indonesia juga di batas ambang kehancuran.

    “Tingkat perokok di Indonesia sudah sangat mengkhawatirkan karena kosumsi rokok mencapai 9,1 persen, itu disumbang oleh anak. Jika di asumsikan anak yang di maksud adalah yang di bawah umur 18 tahun,” ujar Budi Prihatin seorang peneliti bidang sosial, Jakarta kamis 8 Agustus.

    Berkaitan  dengan angka sebesar 9,1 persen menjadi angka yang serius. Tetapi, masalah ini masih memiliki banyak sekali alasan dari berbagai pihak. Bahkan, kenaikan angka ini di jadikan sebagai keuntungan dari industri rokok di Indonesia. Pasalnya, industri rokok merupakan penyumbang pajak yang terbesar. Alasan inilah yang menjadikan angka perokok di bawah umur meningkat pertahunnya.

    Tidak hanya alasan tetapi juga pro kontra dari berbagai pihak maupun lembaga. Lalu bagaimana yang harus kita lakukan untuk membantu menyelesaikan masalah darurat perokok anak tersebut? Sebagai bagian dari Negara Indonesia kita juga harus ikut serta agar penerus Negara ini tidak di ambang kehancuran. Di bawah ini merupakan cara agar kita bisa ikut serta untuk menghadapi masalah tersebut sebagai berikut:

    1. ) memberikan informasi tentang bahayanya rokok dan unsur pembuatnya ke anak dari sekarang.
    2. ) memberikan perhatian kepada anak agar tidak mudah terpengaruh oleh pergaulan bebas.
    3. ) melakukan kampanye tentang “Daruat Perokok Anak”
    4. ) melakukan kontribusi berupa buku pengetahuan agar tertanam sikap ingin tau,

    “Masalah rokok pada anak ini banyak, tapi bagaimana pengasuhan orang tua. Cara mencegah agar anak tidak terpapar rokok. Beri tau juga bahaya dan pengaruh rokok di lingkungan sekitar,” ungkap Anggin dalam webinar. “Masihkah pemerintah berkomitmen menurunkan prevalansi perokok anak untuk mencapai target RPJMN 2020-2022? Kamis 20 juni 2022?“

    "Bagaimana cara mereka agar tidak terpapar, ya lingkungannya salah satunnya. Seperti sekolah, kita bagaimana mengimpeltmentasikan sekolah menjadi kawasan tanpa rokok, seperi tidak ada warung yang menjual rokok atau iklan di lingkunga sekolah,” kata dia.

    Mungkin, peraturan pemerintah saja masih belum bisa menyelesaikan masalah tersebut, perlu juga adanya tindakan baik dari faktor luar maupun dalam. Untuk itu rem darurat harus segera di laksanakan agar pencegahan dan perlindungan perokok anak di bawah tahun dapat teratasi.

    Ikuti tulisan menarik Ruang baca by mbi ✍ Rifky Muhammad firdaus lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.