Gemetir Penyair - Fiksi - www.indonesiana.id
x

ilustr: Medium

Akhmad Sekhu

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 10 Agustus 2022

Rabu, 10 Agustus 2022 18:41 WIB

  • Fiksi
  • Topik Utama
  • Gemetir Penyair


    Dibaca : 272 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Pada kata-kata yang tercipta menguarlah deritanya
    Ia menuliskan tak sekedar hanya menuliskan saja
    Dari dalam relung renungan, terbentang kenyataan
    Ia tak bisa menjadi raja, meski hanya fantasi belaka
    Impian-impiannya telah terjepit berlipat kenyataan pahit
    Tak seperti orang lain yang begitu sangat gampangnya
    Berlomba jadi raja, juga idola-idola yang dilombakan 

    Pada kata-kata yang tercipta menguarlah gelisahnya
    Ia memaparkan tak sekedar hanya memaparkan saja
    Dari permukaan lamunan, terpampang harapan
    Ia tak bisa apa-apa, selain hanya mendekap kesunyian

    Pada kata-kata yang tercipta, ya ia hanya bisa berkata-kata
    Sementara kenyataan hidup sudah jauh melebihi kata-kata
    Gambaran dan tayangan sudah begitu banyak bertebaran
    Dari mata bathinnya, terpancarlah kesadaran yang hampir karam
    Ia tak berharap apa-apa, selain diri selamat dari pesona fatamorgana

    Pengadegan, Pancoran, Jakarta Selatan, 2020

    Ikuti tulisan menarik Akhmad Sekhu lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.