Bila 1000 Tahun Kau Hidup - Analisis - www.indonesiana.id
x

Ilustrasi. Sumber: suara.com

mas zamrud

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 11 Agustus 2022

Kamis, 11 Agustus 2022 17:52 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Bila 1000 Tahun Kau Hidup

    fiksi - puisi -

    Dibaca : 321 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Aku teriakkan kata untuk sebuah kebenaran
    Menjadi manusia sejati, masihkah harus mencaci
    Seperti kita yang beriman, cinta kepada ilahi..
    Memuji, menyanjung, berharap untuk menjadi kesempurnaan dalam diri

    Katakan yang benar adalah benar
    Yang salah adalah salah
    Apakah kebenaran itu berdasarkan ayat yang tersaji indah
    Dengan mengikutinya, maka menjadi kebenaran namun melecehkan persaudaraan?

    Oooh... Sang Zarathustra...
    Ceritakan padaku tentang manusia yang kau agungkan
    Manusia purna dan Manusia Unggul
    Itu yang menjadi dasar ideologimu
    Ceritakanlah kepada mereka

    Seperti Aku memanggilMu,
    Wahai Isvara penyelimut atma..
    Isvara-vara... Isvara-vara..
    Isvara-vara... Isvara-vara..
    Begitu aku memanggilMu..

    Hahahahahahahaa...
    Aku bisa mendengar celamu
    Aku bisa mendengar cacianmu
    Namun, kau tidak mau peduli dengan esensi yang aku rasakan..
    Kau tidak pernah peduli dengan semuanya.

    Itu yang akan kau ucapkan..

    Wahai sang Zarathustra..
    Mereka manusia purna berendam dalam kekotoran sungai.
    Mengikuti arus, halalkan keadaan
    Dimana Manusia Unggul yang berada dalam lautan?
    Menjadi laut, menyucikan sungai-sungai.

    Terdiamkah kau mendengarnya?
    Terpatrikah akal dan pikiranmu dalam gemalau pertanyaan?
    Kepadamu, Aku bertanya!

    Ikuti tulisan menarik mas zamrud lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.








    Oleh: museisman

    1 hari lalu

    Superior

    Dibaca : 154 kali