Chairil, Lelaki Jalang dan Pengabdi Setan - Fiksi - www.indonesiana.id
x

Era Sofiyah

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Jumat, 12 Agustus 2022 07:04 WIB

  • Fiksi
  • Topik Utama
  • Chairil, Lelaki Jalang dan Pengabdi Setan


    Dibaca : 321 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    #Beribu purnama selepas raga menjelma tanah

    Andaikan kau dan aku berkawan waktu

    Tak kubiarkan muka bulusmu berdamai

    Hingga pecah darah

    Tak peduli tembakau terlempar jauh

    Kau murka atau menjauh

    Sama hikayat Sudirman

    Mati muda, sang pengelana belantara, pemikat hawa

    Sementara relungmu hanyalah perempuan-perempuan sekelebat bayang lantas menghilang

    Dibalik genggam tangan lusuh

    Penamu menari tentang negeri dan pilu hati

     

    #Beribu purnama selepas ragamu dirayapi cacing tanah

    Tapi dunia terus menangisimu, mengapa?

    Andaikan kau dan aku berkawan waktu

    Bibir cerutumu akan meludahi ku

    Generasi pengabdi setan

    Hanya tahu jaman tapi tak kenal sejarah perang

    Katamu nasionalis tapi pikirmu tak realistis

    Lebih senang berkawan android

    Timbang menengok kuburan perang kami yang sempit

     

    #Sejenak kukenang penggalan majas penuh kias

    Konon hidupmu berkawan malang

    Tak hendak kawin dan beternak generasi pengabdi setan

    Berleha-lehalah bersama cerutu bengal

    Tak perlu peduli jaman kian sundal

    Lelaki jalang dalam gugusan perang

    Sama hikayat Sudirman

    Pejuang mati muda

    Tak hendak pulang, seratus atau bahkan seribu tahun berkumandang

     

    Era Sofiyah

    Malang, 11 Agustus 2022

     

     

     

     

     

    Ikuti tulisan menarik Era Sofiyah lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.