Meraih Trofi AFF U-16 2022 dengan Tetap Membumi - Olah Raga - www.indonesiana.id
x

olimpiade fifa

Supartono JW

Pengamat
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Jumat, 12 Agustus 2022 13:12 WIB

  • Sport
  • Topik Utama
  • Meraih Trofi AFF U-16 2022 dengan Tetap Membumi

    Indra Sjafri dan Fakhri Husaini adalah dua di antara pelatih asli Indonesia yang saya catat berhasil dan berprestasi menakodai Timnas Indonesia. Kini, selangkah lagi, Bima Sakti akan mengikuti jejak keduanya. Aamiin. (Supartono JW.12082022)

    Dibaca : 1.303 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Berbeda dengan Timnas Indonesia saat diampu oleh Indra Sjafri dan Fakhri Husaini yang tetap mampu menorehkan prestasi, mengilapnya TIPS Pasukan Garuda U-16 dalam Piala AFF U-16 2022 adalah fakta dan bukti dari melimpahnya wadah sepak bola akar rumput yang tetap belum baku, adanya turnamen yang diselenggarakan oleh PSSI dan Pihak Swasta, serta berkualitasnya beberapa kompetisi sepak bola akar rumput yang digelar oleh Pihak Swasta. Bima Sakti pun tidak salah pilih pemain, para pemain juga menunjukkan mereka pantas berjersey Timnas. Tak terdengar ada pemain TITIPAN. (Supartono JW.12082022)

    Indra Sjafri dan Fakhri Husaini adalah dua di antara pelatih asli Indonesia yang saya catat berhasil dan berprestasi menakodai Timnas Indonesia. Kini, selangkah lagi, Bima Sakti akan mengikuti jejak keduanya. Aamiin. (Supartono JW.12082022)

    Tetap membumi

    Kendati berada di atas angin, Pasukan Garuda Belia besutan Bima Sakti tetap wajib rendah hati, tidak jemawa, membumi, mampu menyelesaikan tugas Negara dengan tampil cerdas TIPS, tidak ada yang egois, tidak ada yang individualis, dan tetap disiplin menjalankan dan mempraktikkan pakem pedagogi ala Bima Sakti dalam laga partai puncak Piala AFF U-16 2022.

    Terlebih didapati kabar bahwa dalam laga Final Piala AFF U-16 yang akan dihelat di Stadion Maguwoharjo pada Jumat (12/8/2022) malam WIB. pasukan Vietnam kabarnya tidak akan diperkuat dua pemain kuncinya, yaitu Pham Dinh Hai (kiper utama) dan Hoang Cong Hau (gelandang), seperti yang diungkap oleh Nguyen Quoc Tuan, pelatih Timnas Vietnam U-16.

    Bila Hoang dipastikan tidak bisa tampil karena terkena kartu merah saat laga versus Thailand U-16 di partai semi final, namun Pham yang selalu tampil gemilang dan sangat menguasai bola-bola atas dan di fase grup sulit ditembus Iqbal dkk, bisa jadi akan tetap ada di lapangan, sebab hanya mengalami cidera saat semi final.

    Namun, apa pun masalah yang dihadapi oleh Vietnam U-16, seluruh pemain yang di bawa dalam Piala AFF U-16 kali ini memiliki standar TIPS pemain yang kompeten. Karenanya, dengan kekuatan pasukan Vietnam yang merata, mereka tetap mengancam menggagalkan pesta Indonesia meraih tropi Piala AFF U-16 yang kedua.

    Di sisi lain, publik sepak bola nasional juga percaya, Pasukan Garuda Belia pilihan Bima Sakti ini, akan mampu mengulang sukses di fase grup, kembali mengandaskan Vietnam U-16.

    Head to head, percaya diri

    Secara psikologis, di kancah Piala AFF U-16, pertemuan Indonesia vs Vietnam juga cukup signifikan mengangkat kepercayaan diri Kaka dkk. Sebab, dalam lima tahun terakhir, Timnas Indonesia U-16 selalu menang. Dari lima pertemuan di Piala AFF, Vietnam hanya unggul dua kali di tahun 2016. Berikut head to head lengkapnya.

    1. AFF U-16 2007: Juara 3: Indonesia 1 (3-4) 1 Vietnam 2. AFF U-16 2010: Grup: Indonesia 0-1 Vietnam 3. AFF U-16 2018: Grup A: Indonesia 4-2 Vietnam 4. AFF U-16 2019: Grup A: Indonesia 2-0 Vietnam 5. AFF U-16 2022: Grup A: Indonesia 2-1 Vietnam

    Bila Vietnam ada masalah pada pemain kuncinya, Pasukan Indonesia justru siap tempur semua. Memang, Bima Sakti sempat menyinggung satu nama pemain timnas U16 Indonesia, Mokh. Hanif Ramadhan, dalam konferensi pers pasca-laga yang cidera kaki. Pada laga kontra Myanmar, Hanif tidak masuk dalam daftar susunan pemain.

    Semoga Hanif yang selalu menjadi starter dalam dua laga terakhir Grup A, dapat kembali mengisi pos gelandang bertahan Timnas Indonesia U-16 dalam formasi 4-1-4-1 atau 3-5-2 ala pakem Bima Sakti. Secara umum, saya juga melihat bahwa semua pemain Garuda Belia, saat diberikan kepercayaan turun gelanggang, sejauh ini secara teknik tampil sesuai ekspetasi.

    Secara speed (fisik) pun semua pemain signifikan meningkat. Tetapi di sektor intelegensi dan personality, Bima harus terus mengawal dan mengasuh dari pinggir lapangan, karena beberapa pemain, masih ada yang selalu tampil lemah intelegensi dan personality.

    Tidak polos, sportif

    Di samping itu, anggapan Timnas Indonesia U-16 tampilnya polos (tidak banyak intrik dan licik), padahal pondasinya sportif, ini wajib terus dipraktikkan dalam laga final. Tuntaskan dan buatlah kesan sejak sekarang, Timnas Indonesia cerdas sportifitas.

    Jangan terpancing dengan tindakan, intrik, provokasi, permainan kasar, dan sikap licik pemain Vietnam U-16, yang akan merugikan pemain dan tim. Karena saya masih yakin, Vietnam U-16 akan kembali mengulang budayanya, termasuk praktik diving, mengulur waktu, dan pura-pura cidera.

    Bima pun wajib membekali para pemain, bagaimana menghadapi jalan buntu dan ke luar dari masalah hingga mampu membikin gol, bila lawan main parkir bus dan mengancam dengan serangan balik.

    Saat versus Myanmar, Iqbal cs cukup lama mengalami jalan buntu. Tetapi dengan pilihan terus menyerang dan menyerang, akhirnya tembus juga. Tetapi risikonya, saat serangan balik, gawang Andrika mudah jebol.

    Vietnam U-16 jelas beda dengan Myanmar, dengan kualitas TIPS plus akal liciknya, saya prediksi mereka juga akan sama, main terbuka seperti Indonesia U-16. Kondisi ini, akan memudahkan Kaka dkk membuat gol dengan kekuatan tiki-takanya. Tetapi, Andrika dan Iqbal cs di belakang wajib fokus dan konsentrasi sepanjang detik, agar tidak ada gol ke gawang Indonesia.

    Terpenting, sekali lagi, semua pemain patuhi, disiplin, dan jalankan instruksi- strategi sesuai pakem dan pedagogi ala Bima Sakti. Tidak egois, individuslis, cerdas intelegensi dan personality.

    Bila semua dijalankan, yakin, Indonesia meraih trofi. Aamiin. Oh ya, sekali lagi, mengingatkan, host dan komentator di televisi, jangan lebay, ya. Suporter cerdas.

    Ikuti tulisan menarik Supartono JW lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.