Pengelolaan Limbah Tahu dengan Menggunakan Maggot Sebagai Pelgot

Jumat, 19 Agustus 2022 14:51 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Kegiatan ini bertujuan memberikan solusi tentang permasalahan limbah tahu cair yang belum tertangani selama ini dan mengurangi beban biaya produksi peternak ikan dengan menciptakan pelet maggot.Sosialisasi tentang pemanfaatan limbah tahu cair dan sampah organik dapur (SOD) menjadi media budidaya maggot sebagai bahan baku pelet maggot. Kegiatan ini dilakukan di Barepan, Margoaggung, Seyegan, Sleman dengan melibatkan pengrajin tahu, masyarakat, dan didampingi oleh team pengabdian masyarakat dari Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa serta Bappeda Sleman

margoaggung bangkit

Kegiatan Pengabdian Masyarakat yang diprakarsai oleh Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa dipimpin oleh Ibu Wahyu Setya Ratri, SP. MP dari Fakultas Pertanian, didampingi oleh Ibu Trisniawati, SPd. MPd dan Ibu Dinar Westri Andini, SPd. MPd dari FKIP, serta didukung oleh 5 mahasiswa masing-masing Fahmi, Fikram, Randi, Titin, dan Bayu ini dilaksanakan di Barepan, Margoagung, Seyegan, Sleman. Kegiatan ini didukung sepenuhnya oleh Dewan Litbang Bappeda Kabupaten Sleman, pengrajin tahu di sentra tahu Barepan, dan masyarakat dusun Barepan. Kegiatan ini terlaksana dari bulan Mei 2022 hingga sekarang bertujuan untuk memasyarakatkan pengelolaan limbah industri tahu (limbah cair) yang ramah lingkungan dengan menggunakan maggot.

margoaggung bangkit

Kegiatan ini ternyata tidak hanya didukung oleh pemerintah dusun dan desa setempat tetapi juga oleh pihak Kecamatan Seyegan, yang pada tahap sosialisasi ini dihadiri oleh Sekretaris Kecamatan, Ibu Siti Baroroh Ciptaningrum, SIP. SH. Dalam sambutannya yang mewakili Bapak Camat Seyegan sangat mendukung dan mengaprisiasi kegiatan ini dan berharap kegiatan ini tidak hanya berlangsung sepintas tetapi berkelanjutan.

margoaggung bangkit

Kegiatan yang saat ini masih berlangsung adalah mengelola limbah tahu cair dan SOD menjadi media perkembangan maggot, dengan membangun rumah maggot (rumah untuk lalat BSF dan pupa) serta biopond untuk perkembangan maggot menjadi pupa. Kegiatan ini sangat diapresiasi dan didukung warga yang tampak dari antusias warga untuk belajar cara pengelolaan rumah maggot

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Bagikan Artikel Ini

Baca Juga











Artikel Terpopuler