Kata Kakek Ini Negerimu Jangan Kau Lukai Ya - Humaniora - www.indonesiana.id
x

Koleksi Pribadi: Digital Art Photography by Taufan

Taufan S. Chandranegara

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 23 Juni 2022

Kamis, 18 Agustus 2022 09:03 WIB

  • Humaniora
  • Topik Utama
  • Kata Kakek Ini Negerimu Jangan Kau Lukai Ya

    Kata kakek. Ini negerimu. Jangan kau lukai ya. Pesan Garuda Tua kepada Garuda Muda. Salam Merdeka Saudaraku.

    Dibaca : 522 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    1/
    "Gol!" Kakek ngakak,  di usia 98 tahun. Sembari jingkrak jingkrak kegirangan. Jagoan sepak bola, andalannya berhasil menyusup ke-gawang musuh.

    "Gol! Lagi." Kakek, girang banget. Cucu cucunya sorak hore rame banget. Ruang tamu jadi tribun tontonan sepakbola. 

    "Ini luar biasa! Hebat!" Teriak kakek heroik.

    Cucu bungsu masih nyangkut di punggung kakek. Ikut sorak kenceng banget. Kakek seperti tak punya beban di punggung. 

    "Hayo! Semangat! Kalian pejuang. Hayo! Hore! Gol!" Riuh banget ruang tamu. 

    "Serbu! Gawang lawan. Ini revolusi Kemerdekaan. Rebut! Seribu! Goool! lagiii!"

    ***

    2/
    "Nenek dulu lari larian sana sini dari gelanggang ke gelanggang. Membawa perbekalan bantuin para gerilya Merah Putih. Demi sekarang." 

    "Dia, bunga di tengah perang! Tak kenal lelah. Berseteru, hujan peluru musuh Kemerdekaan. Nenek terus bersuara lantang 'Hamburkan pelor kolonialmu. Aku benteng Kemerdekaan' Nenek, seperti tak kenal mati." 

    "Dia, terluka parah. Tapi dia, tidak pernah mati. Dia, ada di dalam dada ini. Dia masih terus berjuang untuk kalian para Garuda muda."

    "Gol! Lagi. Goool! Kemerdekaan. Abadi saudaraku. Hayo! Maju! Serbu!" Kakek menyanyikan Mars perjuangan. Sekali merdeka enggak boleh nyeleweng.

    "Kakek!" Cucu, ayah, ibu dari cucu, seluruh keluarga. Serentak Mars perjuangan. Semangat banget. Jadi pelangi di ruang tamu itu. Semangat untuk para Garuda. "Gol!" Serentak berteriak. Lagi. "Goool!"

    ***

    3/
    98 tahun usiaku. Kau, 77 tahun, saudara kandungku. 

    Kakek naik ke atas meja. Cucu bungsu terus melekat di gendong punggung kakek. Seisi rumah, naik ke-kursi kursi, ke-meja meja. 

    "Tidak ada tawar menawar bagi Kemerdekaan!"

    "Setuju!" Serentak keluarga.

    "Tidak ada rayuan gombal untuk Kemerdekaan!"

    "Setuju!" Gegap gempita.

    "Kalau berani menolak persatuan. Itu, artinya, menolak Kemerdekaan! Lawan!"

    "Setuju!"

    ***

    4/
    Makam Pahlawan Garuda Kemerdekaan. Bertabur bunga dari angkasa. Berkumandang himne rasa syukur.

    "Ini negerimu. Jangan kau lukai ya." Pesan Garuda Tua kepada Garuda Muda.

    ***

    Jabodetabek Indonesia, Agustus 17, 2022.

    Ikuti tulisan menarik Taufan S. Chandranegara lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.





    Oleh: Dien Matina

    2 hari lalu

    Antre

    Dibaca : 167 kali