Puisi: Surga yang Hilang - Analisis - www.indonesiana.id
x

Kehilangan mengajarkan banyak hal

sucahyo adi swasono

Pegiat Komunitas Penegak Tatanan Seimbang (PTS); Call Center: 0856 172 7474
Bergabung Sejak: 26 Maret 2022

Kamis, 18 Agustus 2022 22:53 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Puisi: Surga yang Hilang

    Surga yang hilang, persaingan menjadi tajam, hidup saling berbaku hantam pun tak terelakkan ...

    Dibaca : 495 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Ketika persaingan menjadi tajam

    Meski dilumur oleh kata sehat

    Kesumatlah ujung akhirnya

    Serempak tertelan bumi yang sudah tak ramah lagi

    Saling berbaku hantam teramat sulit dihindari

    Kepentingan pribadi mengawak menumbuk

    Berbalut nafsu serakah berpuncak hegemoni

    Kuat menggilas, lemah pun tergilas

    Saling berbagi tak lagi ditemui 

    Di buku harian dan kamus peradaban

    Pantulan gelap cahaya menyelimuti orkestra kehidupan

    Seolah hanya menanti terban sesaat lagi

    Ketimpangan kian menjadi-jadi 

    Menggantikan surga yang hilang

    Menguji anak manusia yang masih memiliki ketulusan hati

    Bersiaplah!

    Tunak dalam syukur dan taubat ...

    Sanggupkah? 

     

    Kota Malang, Agustus di hari kedelapan belas, Dua Ribu Dua Puluh Dua.

    Ikuti tulisan menarik sucahyo adi swasono lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.