Serahkan Masalah Pada Tuhan - Analisis - www.indonesiana.id
x

Ilustrasi pencarian kebenaran. Gambar dari Pixabay.

Bambang Udoyono

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 3 Maret 2022

Sabtu, 27 Agustus 2022 06:57 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Serahkan Masalah Pada Tuhan

    Ketika Covid-19 mengguncang dunia ekonomi jadi surut. Banyak orang menderita. Bagaimana kita mesti bersikap?

    Dibaca : 851 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Serahkan Masalah Pada Tuhan

    Bambang Udoyono, penulis buku

     

    Kehidupan manusia ini memang penuh tantangan, penuh liku dan penuh kejutan.    Tidak jarang kita menghadapi ketidakpastian.   Seperti ketika dunia dihebohkan dengan pandemi yang tidak ketahuan kapan berakhirnya.  Akibatnya ekonomi dunia mengalami pasang surut.  Tidak ada yang tahu kapan bangkitnya ekonomi dunia.  Ratusan juta orang sedunia mengalami kemunduran ekonomi, bahkan kehilangan pekerjaan.  Nah, nenek moyang kita yang sudah kenyang makan asam garamnya kehidupan, memiliki kata mutiara yang bisa membantu kita menata sikap untuk menghadapi segala tantangan kehidupan.  Hanya satu kata semèlèh tapi sarat makna.  Apa maksudnya ?  Mari kita bahas.

    Semèlèh

     

    Pertama artinya dulu.  Kata semèlèh adalah bentuk pasif yang artinya terletak atau diletakkan atau ditaruh.   Kata dasarnya sèlèh yang artinya meletakkan atau menaruh.  Dalam konteks sikon kehidupan ini, arti harafiahnya adalah meletakkan atau menaruh segala macam masalah dan hasilnya.  Tentu saja hanya kepada Allah swt.   Ketika kita menghadapi persoalan pelik maka kembalikan masalah kepada Allah swt.   Sikap ini sesuai dengan tuntunan Al Qur’an di dalam surah Al Baqarah ayat 210:

    “……Dan hanya kepada Allah dikembalikan segala urusan”

    Di dalam surah Ali Imron ayat 109 disebukan:

    Kepunyaan Allah lah segala yang ada di langit dan di bumi; dan kepada Allah lah dikembalikan segala urusan.”

    Di dalam surah Al Anfaal ayat 44 :

    “…..Dan hanya kepada Allah-lah dikembalikan segala urusan.”

    Di dalam surah Hud ayat 123:

    Dan kepunyaan Allah-lah apa yang gaib di langit dan di bumi dan kepada-Nya-lah dikembalikan urusan-urusan semuanya, maka sembahlah Dia, dan bertawakallah kepada-Nya. Dan sekali-kali Tuhanmu tidak lalai dari apa yang kamu kerjakan.

    Di dalam surah Al Hajj ayat 41:

    ”(yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, niscaya mereka mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang makruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.”

    Di dalam surah al Hajj ayat 76:

    Allah mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka. Dan hanya kepada Allah dikembalikan semua urusan.”

    Di dalam surah Al Luqman ayat 22:

    Dan barang siapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang kokoh. Dan hanya kepada Allah-lah kesudahan segala urusan.”

    Di dalam surah Al Faathir ayat 4:

    Dan hanya kepada Allah-lah dikembalikan segala urusan.”

    Di dalam surah As Syura 53:

    ”(Yaitu) jalan Allah yang kepunyaan-Nya segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Ingatlah, bahwa kepada Allah-lah kembali semua urusan.”

    Di dalam surah Al Hadid ayat 5

    ”Kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi. Dan kepada Allah-lah dikembalikan segala urusan.”

     

    Sikap nenek moyang sudah benar, sudah sesuai dengan Al Qur’an.  Mereka merujuk kepada Allah swt untuk memecahkan segala masalah yang dihadapi.   

    Setelah memohon petunjuk kepada Allah akan ada solusi.  Di dalam beberapa ayat disebutkan seperti berikut ini.

    “….barang siapa bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya. Dan Dia berikan rezeki dari tempat yang tidak di sangka-sangka. Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan cukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu.” Q. S. Ath Talaq: 2-3

    ”Dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.” (Surah at Thalaq ayat 4)

    Di dalam surah Al Isyirah 5 – 6

    ”Karena sesungguhnya sesudah (di balik) kesulitan ada kemudahan.  Sesungguhnya sesudah (di balik) kesulitan ada kemudahan”

    Kemudian setelah Allah swt memberikan keputusan atau solusi maka manusia harus menerimanya dengan senang hati.  Apapun pemberian Allah swt itulah yang terbaik buat dia, meskipun mungkin tidak sesuai dengan harapannya.  Dengan kata lain manusia harus ridho dengan semua keputusan Allah swt.   Tatkala bisnis rugi, usaha surut, atau bahkan mengalami phk,  manusia harus menata hati.  Tentu saja harus tetap berihtiar.

    Penutup

     

    Jadi semèlèh adalah mengembalikan segala masalah kepada Allah swt saja dan juga menyerahkan hasilnya kepada Allah swt.  Dengan demikian kita akan merasa hidup ini ringan.  Kita tidak stress.  Kita akan merasa hidup ini indah dan seru.  Life is full of twist and turns but still it is wonderful.  Demikian kata orang Barat.    Monggo menata hati agar semèlèh  sehingga kita akan hidup bahagia di dunia dan akherat.  Lain kali kita bahas lagi kata mutiara warisan leluhur.  

     

    Ikuti tulisan menarik Bambang Udoyono lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.


    Oleh: Hadirat Syukurman Gea

    10 jam lalu

    Analisis Sistem Jual-Beli Ijon pada Komoditas Mangga Berdasar Ekonomo Makro

    Dibaca : 81 kali

    Mangga merupakan salah satu komoditas buah yang digemari hampir seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Mangga turut menyumbang perekonomian Indonesia karena menjadi komoditas yang di ekspor. Pada tahun 2015, ekspor mangga sebesar 1.515 jutatonyangsebagianbesarmerupakanjenis Mangga Gedong Gincu dan Mangga Arumanis. Kabupaten Kediri merupakan salahsatudaerahyang menjadikan mangga khususnya Mangga Podang sebagai oleh - oleh khas daerah dikarenakan banyaknya pohon mangga yang tumbuh di sekitar lereng GunungWilis.ManggaPodangkhasKediri banyak ditemukan di daerah sekitar lereng Gunung Wilis yaitu Kecamatan Banyakan, Tarokan, Grogol, Mojo, dan Semen. Semakin berkembang perekonomian suatudaerahmakasemakinberagam pula cara produsen dan konsumen melakukan jual beli.Salah satu sistem jual beli yang dilarang dalam Islam adalah jual beli yang mengandung unsur gharar. Sistem jual beli ijon adalah salah satu sistem jual beli yang mengandung unsur gharar sehingga dilarang oleh Allah SWT. Ijon berkaitan dengan perilaku produsen dan konsumen. Hal ini dapat dikaitkan dengan ekonomi mikro berupa keputusan pengusaha dan konsumen, terbentuknya harga barang atau jasa dan faktor produksi tertentu di pasar, dan alokasi sumber daya ekonomi.Penelitian ini menggunaka nmetode penelitian studi literatur. Jenis data yang digunakan berupa data sekunder dengan metode pengumpulan data berupa pengumpulan sejumlah studi pustaka. Berdasarkan studi literatur terkait sistem jual beli ijon dan ekonomi mikro, diperoleh hasil analisis bahwa sistem jual beli ijon dan ekonomi mikro saling berhubungan. Hal ini dikarenakan ijon berkaitan langsung dengan perilaku produsen dan konsumen dan ekonomi mikro turut mengatur perilaku produsen dan konsumen. Keywords: Ijon, Komoditas Mangga,Ekonomi Mikro