Peran Kebun Baca TBM Lentera Pustaka dalam Menegakkan Budaya Literasi - Humaniora - www.indonesiana.id
x

Syarifudin

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 29 April 2019

Senin, 29 Agustus 2022 18:46 WIB

  • Humaniora
  • Topik Utama
  • Peran Kebun Baca TBM Lentera Pustaka dalam Menegakkan Budaya Literasi

    Arti filosofi Kebun Baca TBM Lentera Pustaka, 90% event literasi ada di sini. Taman bacaan yang terus bergerak tegakkan tradisi baca & budaya literasi

    Dibaca : 554 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Kebun Baca adalah salah satu fasilitas yang dimiliki Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka di kaki Gunung Salak Bogor. Fasilitas lainnya, ada ruang baca utama yang berisi rak-rak buku dan rooftop baca di lantai 2 ber-view Gunung Salak, Nah, Kebun Baca merupakan tempat membaca di ruang terbuka berkonsep kebun. Agar membaca buku lebih rileks dan alamiah. Di Kebun Baca TBM Lentera Pustaka ada fasilitas seperti gudang buku, toilet, musholla, dan pepohonan. Di dinding tembok pun dilengkapi tulisan-tulisan nyeleneh tentang literasi.

    Menariknya, sekitar 90% event kegiatan literasi dilakukan di Kebun Baca TBM Lentetra Pustaka. Seperti kegiatan CSR dari perusahaan, bakti sosial kampus dan mahasiswa, dialog dari komunitas dan organisasi, bahkan event bulanan. Untuk diketahui, TBM Lentera Pustaka saat ini setidaknya melayani 3-4 event dari luar per bulan seperti CSR, kunjungan, diskusi, launching buku dan sebagainya. Kebun Baca TBM Lentera Pustaka dengan luas 310m2 menjadi tempat sentral kegiatan literasi di TBM yang dikenal aktif dan kreatif ini.

     

    Mengapa Kebun Baca?

    Karena “kebun” adalah tempat tumbuhnya pepohonan dan tanaman. Dari benih yang kecil, disirami, dan dirawat hingga tumbuh "pegangan akar" yang kokoh. Lalu, berbuah sehingga bisa dinikmati banyak orang. Maka seperti itulah taman bacaan bekerja. Sebagai tempat membangun kesadaran membaca anak-anak usia sekolah di tengah gempuran era digital. Melalui taman bacaan, harapannya anak-anak kampung punya pengetahuan yang memadai sehingga dapat tumbuh di masa depan lebih baik dan lebih berkualitas.

    Di kebun pun ada pohon yang tidak kuat angin. Ada pohon yang butuh sinar matahari. Ada pohon yang mudah rontok daunnya saat batangnya digoyang sedikit. Ada pohon yang berbuah lebat. Dan ada pula pohon yang tumbuhnya bagus tapi saat berbuah malah busuk. Bukti bahwa pohon-pohon di kebun itu beda-beda. Begitu juga manusia, punya keadaan sendiri-sendiri dan berbeda-beda pula. Kebun Baca TBM Lentera Pustaka menjadi cermin kehidupan manusia.

    Manusia memang hidup. Tapi ada yang mudah mengeluh. Ada pula yang mudah tercerabut dari “akarnya”. Ada pula yang indah fisiknya tapi rusak batinnya. Ada yang manis mulutnya tapi pahit perilakuknya. Maka harus berhati-hati dalam hidup. Untuk selalu berbuat baik dan peduli kepada sesama. Dan manusia yang paling ideal adalah mereka yang kokoh dan tangguh dalam keadaan apapun. Selalu sabar, ikhlas, dan bersyukur seperti yang dijalankan pegiat literasi di TBM Lentera Pustaka selama ini dalam membimbing aktivitas membaca 130-an anak-anak usia sekolah di taman bacaan.

    Kebun itu selalu memberi pelajaran. Bahwa pepohonan apapun. Terkadang harus mengorbankan bagian dirinya untuk memberi jalan untuk “berbuah”. Pohon yang tidak perlu membandingkan dirinya dengan pepohonan lainnya. Semua berjalan apa adanya dan terus bergerak untuk memberi “buah” untuk orang lain yang memakannya. Siapapun yang ada di kebun. Cukup bertindak sesuai keperluan masing-masing pohon. Agar pas pupuknya dan tetap tumbuh. Tidak perlu berlebihan. Tapi jangan sampai kekurangan. Sesuai karakter tiap-tiap pohon.

    Kebun adalah “sekolah” untuk membentuk sikap saling mengerti. Bukan untuk berkompetisi antar tanaman. Bukan untuk saling membandingkan, apalagi mengalahkan. Tapi agar masing-masing tetap tumbuh dengan semestinya.  Karena di kebun, ada banyak yang bisa disuburkan. Bisa ditumbuhkan lewat tangan manusia.

    Atas spirit itulah, Kebun Baca TBM Lentera Pustaka hadir. Selain sebagai tepat kegiatan literasi sekaligus menjadi kawah candradimuka dalam membentuk manusia literat. Bahwa setiap orang itu berbeda. Maka sangat dibutuhkan sikap untuk saling mengerti dan saling memahami. Bukan saling menjatuhkna apalagi menghancurkan.

    Maka di Kebun Baca TBM Lentera Pustaka. Di situlah disemai sikap untuk saling mengerti. Sambil tetap membaca buku. Hingga pada akhirnya, siapa pun akan dapat “memanen” sesuai dengan benih yang ditanam dan dibesarkannya. Salam literasi #KebunBacaLenteraPustaka #TBMLenteraPustaka #TamanBacaan

    Ikuti tulisan menarik Syarifudin lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.











    Oleh: Dien Matina

    5 hari lalu

    Antre

    Dibaca : 254 kali