Parade Bakal Capres ala PAN - Pilihan Editor - www.indonesiana.id
x

dian basuki

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Rabu, 31 Agustus 2022 12:39 WIB

  • Pilihan Editor
  • Topik Utama
  • Parade Bakal Capres ala PAN

    Dibandingkan dengan PKB, yang berulang kali menawarkan Muhaimin Iskandar sebagai bakal capres, PAN jadi terkesan kurang percaya diri. Memang ada nama Zulkifli Hasan, tapi boleh jadi nama ketua umum ini ikut dimunculkan karena alasan “masak iya ketua umum partai lain diumumkan, ketua umum sendiri malah tidak.”

    Dibaca : 1.205 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Bila Nasdem mengumumkan tiga nama bakal calon presiden dalam pertemuan nasionalnya beberapa waktu lalu, Partai Amanat Nasional [PAN] tidak mau serba tanggung. Partai ini mengumumkan sembilan nama sebagai bakal calon presiden pilihan PAN: Airlangga Hartarto, Suharso Monoarfa, Puan Maharani, Erick Thohir, Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, Ridwan Kamil, Khofifah Indar Parawansa, dan Zulkifli Hasan.

    Nama-nama itu kabarnya dijaring dari usulan kader-kader PAN yang sedang mengadakan Rakernas di Jakarta, Sabtu lalu [27 Agustus 2022]. Nama Prabowo Subianto tidak disebut dalam pengumuman, meski kabarnya ada yang mengusulkan nama Ketua Umum Gerindra itu. Entah kenapa nama politisi yang kerap muncul di peringkat teratas survei pilpres itu tak disebut.

    Apapun halnya, ada gejala yang unik bahwa sebuah partai politik mencalonkan ketua umum partai politik lain untuk menjadi bakal capres. Memang belum pasti nama mana yang akan diusung nantinya, tapi masuknya dua ketua umum dan seorang ketua parpol lain itu menunjukkan betapa PAN kekurangan kader untuk dimajukan sebagai capres.

    Bahkan, dibandingkan dengan PKB, yang berulang kali menawarkan Muhaimin Iskandar sebagai bakal capres, PAN jadi terkesan kurang percaya diri. Memang ada nama Zulkifli Hasan, tapi boleh jadi nama ketua umum ini ikut dimunculkan karena alasan “masak iya ketua umum partai lain diumumkan, ketua umum sendiri malah tidak.”

    Pencalonan ketua umum partai lain serta elite politik yang bukan kader PAN merupakan petunjuk bahwa kaderisasi partai ini tidak berhasil membentuk figur kader yang siap memimpin bangsa ini. Belum ada kader yang layak untuk diusung dan ditawarkan kepada rakyat dengan penuh percaya diri.

    Dengan menyebut sembilan nama itu, PAN kelihatanya juga ingin bermain aman, berusaha tetap membuka peluang berkoalisi dengan pihak selain Koalisi Indonesia Bersatu [KIB]. Masuknya nama Airlangga dan Suharso juga karena sejauh ini PAN mengelompokkan diri dengan Golkar dan PPP di KIB. Sedangkan masuknya Puan mungkin sebagai isyarat membuka diri untuk bekerjasama dengan PDI-P, siapa tahu PDI-P kembali memenangkan pilpres dan pileg? Walaupun, kerjasama di antara kedua partai tidak mudah, tapi yang namanya politik apa saja bisa terjadi. Sedangkan nama-nama lain yang bukan elite partai, lagi-lagi PAN ingin membuka pintu selebar mungkin karena belum ada persekutuan yang pasti hingga kini.

    Di satu sisi, PAN tidak mau keliru langkah dengan membatasi nama-nama yang bakal dicalonkan, di sisi lain ini menandakan bahwa PAN bimbang dan belum meyakini benar ke arah mana angin politik akan berembus kuat. Persekutuan politik masih terbuka dan belum mengerucut. Saling mengunjungi antar elite politik adalah bagian dari penjajagan kekuatan dan kelemahan masing-masing, bukan jaminan bahwa mereka akan menjalin koalisi.

    Itulah yang dipikirkan oleh elite politik: memenangkan pilpres dan pileg 2024, atau setidaknya ikut terbawa masuk ke dalam lingkaran dalam kekuasaan bila ternyata tidak mampu menang. Sangat pragmatis. Karena itulah, bagi elite PAN, tidak masalah menjejerkan sembilan nama bakal capres, walaupun jadi terlihat bagaikan parade atau pawai. Apa lagi, situasi politik dalam konteks pilpres dan pileg masih sangat mungkin berubah. Ibaratnya, PAN masih menunggu kepastian ke arah mana angin kuat hendak bertiup. >>

    Ikuti tulisan menarik dian basuki lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.