Kerangka Kerja Keuangan Nasional Terintegrasi untuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan - SDGs - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Nabila Aguele, Penasihat Khusus untuk Menteri Keuangan, Anggaran, dan Perencanaan Nasional Nigeria

SDGs Indonesia

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 3 April 2022

Jumat, 2 September 2022 20:56 WIB

  • Peristiwa
  • Topik Utama
  • Kerangka Kerja Keuangan Nasional Terintegrasi untuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan - SDGs

    Kerangka Kerja Keuangan Nasional Terintegrasi untuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan - SDGs

    Dibaca : 576 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Bali - Integrated National Financial Framework (INFF) Sustainable Investment  adalah salah satu Side Event pada pertemuan Development Working Group  (DWG) G20 yang ketiga. Side event ini merupakan forum diskusi yang membahas kerangka keuangan nasioal yang terintegrasi untuk pembangunan berkelanjutan. Forum diskusi INFF Sustainable Investment ini dilaksanakan secara hybrid di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) dan disiarkan melalui zoom meeting serta platform online lainnya pada Selasa (09/08).

     

    INFF Sustainable Investment dimulai dengan kata sambutan pembukaan oleh Vivi Yulaswati selaku Staff Ahli Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bidang Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan yang juga sebagai Kepala Sekretariat Nasional TPB/SDGs, Kanni Wignaraja selaku Asisten Sekretaris Jenderal dan Direktur Regional Asia-Pasifik UNDP juga memberikan kata pembuka. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasiona/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional - Suharso Monoarfa secara virtual menyampaikan sambutan kunci serta membuka kegiatan dan meluncurkan dokumen INFF Indonesia.

    Dalam kata sambutannya, Suharso Monoarfa menyampaikan bahwa dunia memiliki tantangan akibat dari pandemi COVID-19 maupun perubahan iklim yang mengancam dari berbagai aspek kehidupan manusia. Masa pandemi yang terjadi membuat pembiayaan untuk pembangunan berkelanjutan mengalami collapse dikarenakan fokus finansial untuk COVID-19, akan tetapi sesuai instruksi Presiden RI bahwa terget SDGs harus dapat tercapai.

    Side event yang dihadiri dari berbagai perwakilan organisasi dan negara dibagi menjadi dua sesi yaitu sesi pemaparan materi terkait INFF dan sesi diskusi panel. Pembahasan tersebut juga akan melibatkan topik tantangan dan strategi kerangka pembiayaan untuk memetakan arah menuju pemulihan ekonomi dan pembangunan jangka menengah berkelanjutan, inklusif, dan tangguh.

    Acara ini juga membahas bagaimana peluang dalam membuka modal swasta di balik peluang investasi yang selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) serta untuk memastikan sumber daya yang dapat dimobilisasi oleh anggota G20.

    Berbagi Pengalaman dan Perkembangan INFF di Dunia

    Saat ini, ada 86 negara yang sudah mengembangkan INFF, salah satunya adalah Nigeria. Penyampaian materi dari Nigeria dibawakan oleh Nabila Aguele selaku Penasihat Khusus untuk Menteri Keuangan, Anggaran, dan Perencanaan Nasional (Special Advisor to the Honourable Minister of Finance, Budget and National Planning). Nabila Aguele menyampaikan pengalaman perjalanan SDGs serta INFF di Nigeria, struktur institusional, komponen INFF, dan rangkuman dari strategi keuangan Nigeria. Pemaparan materi diakhiri dengan gambaran pelajaran yang bisa diambil dari pengalaman di Nigeria.

    Selanjutnya, materi mengenai perkembangan INFF di dunia disampaikan oleh Tim Strawson selaku Spesialis Keuangan SDG dari UNDP (SDG Finance Specialist, UNDP). Tim Strawson memaparkan gambaran negara-negara serta pihak-pihak yang sudah menerapkan kebijakan keuangan berbasis INFF. Presentasi ini ditutup dengan saran kepada para pemangku kepentingan, khususnya yang hadir di forum G20, untuk bekerja sama mendukung implementasi INFF.

    Perwakilan dari Uni Eropa juga menyampaikan beberapa poin penting mengenai INFF dalam sesi pemaparan materi. Materi ini dibawakan oleh Guillaume Barraut selaku Ahli Ekonomi dan Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam (Economist, Delegation of the European Union to Indonesia and Brunei Darussalam). Guillaume Barraut menyampaikan bahwa INFF bisa menjadi kunci untuk mencapai SDGs serta perencanaan keuangan berkelanjutan. Namun, masih ada beberapa tantangan yang perlu dihadapi, salah satunya adalah inklusivitas di antara berbagai lapisan masyarakat. Pesan dari Guillaume Barraut ditutup dengan penekanan kembali bahwa Uni Eropa selalu mendukung INFF dan sangat terbuka untuk bekerja sama dengan negara-negara yang ingin menerapkan investasi berkelanjutan.

    Tidak hanya dari Uni Eropa, sesi presentasi ini juga mengundang perwakilan dari OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development), yaitu Paul Horrocks selaku Kepala Keuangan Swasta untuk Unit Pembangunan Berkelanjutan OECD (Head of Private Finance for Sustainable Development Unit OECD). Paul Horrocks menyampaikan pentingnya bagi para pemangku kepentingan untuk memastikan apakah kebijakan yang akan diterapkan itu sudah inklusif dan benar-benar berdampak kepada masyarakat. Presentasi ini ditutup dengan ide-ide panduan untuk mengimplementasikan blended finance (pendanaan campuran).

    Sesi Diskusi dan Tanya Jawab antara Audiens dengan Para Panelis

    Setelah sesi pemaparan materi, sesi diskusi dan tanya jawab yang berjalan secara efektif dengan dipandu oleh moderator.

    Harapannya, melalui side event ini dapat membawa insight baru bagi para penggerak INFF serta mendorong pengangkatan isu implementasi INFF di dunia, khususnya dalam forum diskusi G20.

    Adapun siaran ulang kegiatan ini dapat dilihat di akun Youtube Sekretariat Nasional SDGs dengan tautan https://youtu.be/6nEGW6RDOgI dan di akun Youtube Bappenas dengan tautan https://youtu.be/dDdCdWzmvRo.

    Ikuti tulisan menarik SDGs Indonesia lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.