See, Saat Penglihatan Dianggap Kutukan - Hiburan - www.indonesiana.id
x

Gambar oleh brands amon dari Pixabay

Urip Widodo

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 4 Maret 2022

Jumat, 9 September 2022 19:35 WIB

  • Hiburan
  • Topik Utama
  • See, Saat Penglihatan Dianggap Kutukan

    Saat dunia hancur akibat wabah virus yang mengganas, dan yang tersisa hanya manusia-manusia tanpa penglihatan (buta), maka lambat-laun kehidupan tanpa penglihatan pun dianggap hidup normal. Justru saat kemudian bayi-bayi terlahir dengan penglihatan, mereka dianggap kutukan, dianggap ancaman.

    Dibaca : 697 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

     

     

    Judul: See

    Produsen: Apple TV+
    Tayang episode pertama: 1 November 2019

    Durasi tiap episode : 50 – 60 menit

     

     

    Saya baru menyadari ada serial seru abis plus keren pisan saat melihat trailernya di Youtube. Trailer yang cuma 2 menit itu sudah menjanjikan series ini harus masuk kategori ‘wajibul kudu ditonton’. Dan lebih kaget lagi, ternyata itu trailer untuk season ketiga dan ‘last season’, yang akan tayang akhir Agustus 2022.

     

    Karena penasaran langsung saja saya searching untuk season 1 dan 2nya. Oalah … ternyata itu series sudah rilis sejak 2019, dan season 2nya rilis Agustus 2021. OMG, kemana aja diriku saat itu sampai kelewat series sekeren ini?

     

    Ga mikir panjang, langsung saja meluncur ke ‘tempat’ saya suka download film/series. Marathon, langsung kusedot 2 season langsung yang masing-masingnya ada 8 episode. Setelah dapat subtitle Indonesia, segera kunikmati tontonan seru bin keren ini.

     

    Unik. Itu kata yang tepat untuk menilai alur cerita series ini. Sebab, sepanjang saya suka menonton film atau series, atau membaca novel, belum ada yang membuat kisah dengan latar sebagaimana cerita di serial ini. Unik, karena serial ini mengisahkan bahwa semua umat manusia yang menghuni dunia saat itu semuanya dalam kondisi buta alias tidak melihat.

     

    Di season awal, dikisahkan bahwa diakibatkan wabah virus yang menyerang dunia di abad ke-21, populasi umat manusia di dunia hanya tersisa kurang dari 2 juta orang. Dan yang tersisa itu pun semuanya dalam kondisi buta.

     

    Seting serial See ini terjadi berabad-abad setelah kehancuran dunia akibat wabah virus tersebut. Diceritakan bahwa umat manusia sudah beranak-pinak lagi, bahkan sudah berkoloni di masing-masing suku. Dan mereka sudah hidup ‘normal’ kembali, dengan kebutaannya.

     

    Normal maksudnya, mereka hidup sebagaimana hidup nenek moyang mereka yang masih melihat. Untuk menyampaikan pesan pun mereka sudah tidak menggunakan tulisan, tetapi menggunakan tali yang disimpul, yang tiap simpulannya menandakan kode pesan tertentu.

     

    Bahkan saking sudah ‘nyaman’nya dengan kehidupan tanpa melihat, mereka justru menganggap penglihatan adalah sebuah ancaman atau kutukan. Dan, ini yang menjadi garis besar cerita di season pertama. Perburuan terhadap anak-anak yang terlahir dengan penglihatan normal, karena mereka dianggap keturunan penyihir yang akan menghancurkan dunia kembali.

     

    Keunggulan lainnya dari series ini adalah kehadiran aktor keren Jason ‘Aquaman’ Momoa, yang berperan sebagai Baba Voss, kepala suku Alkenny, yang dianugerahi dua orang anak yang dapat melihat. Sepanjang 8 episode season 1, Si Aquaman eh Jason Momoa ini menempati peran utama. Dia harus menyelamatkan suku Alkeny dan kedua anaknya dari pasukan pemburu penyihir yang dikirim Ratu Kane.

     

    Unik. Lagi-lagi unik menonton serial ini. Adegan perkelahian dan peperangan pun unik, karena mereka berkelahi atau berperang dengan orang-orang yang sama-sama buta. Mereka hanya mengandalkan pendengaran saja. Saya terus terang kagum pada pengarah aksi gelutnya. Jurus-jurus yang unik, cara memukul dan menendang yang unik, memperlihatkan gerakan-gerakan orang yang tidak melihat.

     

    Saya kira para bintang dalam series ini, saat mengambil adegan betul-betul ditutup matanya, sehingga mereka beraksi sangat natural, seolah-olah betul-betul buta. Dan tentu saja itu menggambarkan kesabaran mereka dalam beradegan menjadi orang buta selama 24 episode (3 season).

     

    Di season 2, umat manusia, sebagiannya, sudah menerima kehadiran manusia-manusia yang dapat melihat. Bahkan di suku-suku tertentu mereka dimanfaatkan untuk pasukan khusus saat berperang anta suku.

     

    Season 3 yang episode pertamanya tayang tanggal 26 Agustus kemarin, masih menceritakan konflik antar manusia yang dapat melihat dan yang buta. Entah bagaimana akhir kisah series ini, karena season 3 ini baru tayang 2 episode.

     

    Sebagaimana series-series action pada umumnya, See ini pun dibumbui kisah balas dendam, cinta segitiga, dan perebutan kekuasaan. Namun, Anda akan menikmati sesuatu yang tidak ditemukan dalam series-series yang pernah Anda tonton. Ini bagi saya pribadi, ya. Anda akan dihibur oleh perkelahian dan peperangan yang unik, dengan ketegangan yang tinggi.

     

    Peringatan saja, series ini tidak baik ditonton oleh anak-anak di bawah umur, karena penuh dengan adegan ‘berdarah’, yang seolah menggoreskan pisau di leher lawan itu sesuatu yang mudah.

     

    Saya jamin, Anda tidak akan kecewa menonton serial ini.

    Ikuti tulisan menarik Urip Widodo lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.