Shin Tae-yong dan 10 Pemain Keturunan Naturalisasinya - Olah Raga - www.indonesiana.id
x

STY

muhammad rizal

Pemula dan terus belajar
Bergabung Sejak: 27 Maret 2022

Sabtu, 10 September 2022 17:55 WIB

  • Sport
  • Topik Utama
  • Shin Tae-yong dan 10 Pemain Keturunan Naturalisasinya

    Shin Tae-yong resmi mengajukan tujuh pemain keturunan yang dirinya rekomendasikan untuk dinaturalisasi. Khalayak sudah menduga bahwa sebenarnya Shin Tae-yong akan mengajukan nama untuk dinaturalisasi, namun dilain sisi ada yang tidak sependapat dengan jumlah pemain yang harus dinaturalisasi. Tapi, para pemain yang akan dinaturalisasi sudah dilaporkan ke Presiden dan tinggal menunggu waktu pada 2022-2023 akan ada 10 pemain keturunan naturalisasi baru berusia 19-30 tahun.

    Dibaca : 764 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Kembali, sepakbola Indonesia akan menaturalisasi tujuh pemain keturunan untuk melengkapi skuad Timnas U20 Indonesia dalam menghadapi Piala Dunia U20 2023. Sebenarnya, tujuh pemain yang akan dinaturalisasi siapapun itu sudah diduga kuat oleh mayoritas suporter Indonesia dalam berbagai macam forum diskusi. Baik dari sosial media, pemberitaan media massa, atau diskusi lainnya yang melibatkan banyak orang. Hal tersebut melihat dari pernyataan Shin Tae-yong, hasil ujicoba dan terakhir prestasi di Piala AFF U19 2022 Indonesia yang gagal lolos grup pun dirasa tidak sepadan dengan program pelatihan luar negeri yang sudah dilakukan dari tahun 2021.

    Nama yang dinyatakan oleh PSSI dan sudah menyatakan minat untuk bergabung dengan Indonesia adalah Justin Hubner (Wolverhampton U21) dan Ivan Jenner (Utrecht U21), lainnya masih dalam tahap negosiasi serta pendekatan personal. Memang Shin Tae-yong beberapa kali mengatakan tidak puas dengan skuad yang dirinya miliki, apalagi menurutnya bank data pemain U17-U19 tidak begitu lengkap sehingga menyulitkan dirinya untuk memantau pemain-pemain yang sesuai dengan kriterianya. Untuk itu, akhirnya dirinya mengajukan tujuh nama kombinasi dari pemantauan federasi dan dirinya selaku pelatih kepala yang sesuai dengan kebutuhan Timnas U20 Indonesia.

    Asumsi lain Shin Tae-yong mengajukan naturalisasi pemain keturunan karena dirinya merasa pemain Indonesia masih kurang dari berbagai aspek seperti: fisik, mental, dan pemahaman permainan. Apalagi lawan-lawan yang dihadapi memiliki ketiga aspek tersebut dan Indonesia dirasa ketinggalan sangat jauh dari aspek-aspek tersebut. Di luar itu semua, banyak yang mempertanyakan jumlah pemain keturunan yang akan dinaturalisasi. Ada yang merasa jumlah tujuh pemain terlalu banyak dan akan memupus kesempatan pemain asli binaan Indonesia. Namun, ada pula yang mendukung dan merasa jumlah tujuh adalah angka yang "pantas" untuk membantu timnas lolos sampai babak 16 atau 8 besar di Piala Dunia U20 2023 Indonesia nanti.

    Selain itu, sebelum mengajukan tujuh pemain untuk kelompok umur U20, Shin Tae-yong sudah mengajukan tiga nama pemain keturunan untuk timnas senior, yaitu Sandy Walsh, Jordi Amat, dan Shayne Pattynama. Dengan adanya 10 pemain keturunan naturalisasi baru, ada kemungkina skuad yang akan bertanding di Piala Asia 2023 dan kualifikasi Piala Dunia 2026 nanti akan diisi mayoritas pemain keturunan naturalisasi. Hal tersebut dirasa kurang sehat untuk persaingan dan suasana timnas senior Indonesia kedepannya.  Entah bagaimana dan apa fungsi pemain keturunan naturalisasi ini kedepannya, tapi rasanya Shin Tae-yong harus "bertanggungjawab" bersama PSSI jikalau pemain-pemain incarannya mampu dinaturalisasi dan dirinya tidak mencapai target.

    Namun, harus diakui juga, pemain-pemain keturunan yang akan dnaturalisasi saat ini merupakan pemain-pemain yang lebih baik daripada pemain keturunan naturalisasi dimedio 2010-2015 yang dirasa kualitasnya biasa saja dan malah menurun ketika dinaturalisasi. Contohnya Sergio Van Dijk, Ruben Wuarbanaran, ataupun Van Baukering yang bahkan mengalami kenaikan badan yang berlebihan saat tampi di Piala AFF 2012. Dengan saat ini pemain dipilih langsung oleh Shin Tae-yong setidaknya dirinya mau menggaransi bahwa pemain pilihannya memiliki kualitas di atas pemain binaan Indonesia sendiri. 

    Tapi, sebaiknya setelah naturalisasi pemain keturunan yang mulai diproses dari tahun 2021 dan kemungkinan selesai 2023 menjelang Piala Dunia U20, PSSI selaku federasi sepakbola untuk sementara menghentikan program naturalisasi pemain keturunan setidaknya hingga selesai kualifikasi Piala Dunia 2026 untuk mengetahui dari 10 pemain keturunan tersebut mana yang mampu menjadi standar pemain keturunan naturalisasi selanjunya, apalagi mayoritas usianya masih belia. Serta PSSI harus fokus memperbaiki berbagai macam kekurangan dari pembinaan usia dini, wasit, liga, dan aspek lain untuk menuju sepakbola Indonesia lebih baik serta mandiri. PSSI pun daripada tiap tahun ribet dan rumit tentang naturalisasi, sebaiknya mengusulkan kepada pemerintah untuk mampu mengakomodir usulan dwi-paspor atau memperpanjang batas usia dwi warga negara terbatas untuk anak keturunan.

    Dengan begitu, akan ada pengurangan tekanan dari berbagai pihak pro atau kontra tentang pemain naturalisasi keturunan kedepannya. Ditambah lagi, sewajarnya PSSI selaku federasi segera memperpanjang kontrak Shin Tae-yong untuk mampu menampilkan permainan terbaik Timnas U20 dan senior Indonesia yang digabungkan dengan binaan dalam negeri serta para pemain keturunan naturalisasi. Karena perpanjangan kontrak adalah wujud tanggungjawab dan komitmen terbaik antara federasi serta pelatih kepala yang menganjurkan 10 nama pemain keturunan naturalisasi yang bisa jadi akan menyisihkan 10 pemain berbakat binaan dalam negeri secara bersamaan. Bijaklah PSSI dan Shin Tae-yong, semua mata suporter sedang tertuju kepada kalian semua yang sudah mendapatkan keistimewaan selama ini.

    Ikuti tulisan menarik muhammad rizal lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.