Dahsyatnya Multiplier Effect Hilirisasi Aspal Buton terhadap Kemakmuran dan Kesejahteraan Rakyat Indonesia - Analisis - www.indonesiana.id
x

Indŕato Sumantoro

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 12 Juli 2020

Senin, 12 September 2022 06:15 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Dahsyatnya Multiplier Effect Hilirisasi Aspal Buton terhadap Kemakmuran dan Kesejahteraan Rakyat Indonesia

    Visi dan misi Pak Jokowi membangun infrastruktur jalan-jalan di seluruh wilayah Indonesia bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Sehingga akan berdampak kepada kemakmuran dan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. Dan hal ini sejatinya sudah sejalan dan searah dengan hilirisasi aspal Buton yang memiliki “Multiplier Effect” untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Sehingga akan berdampak kepada kemakmuran dan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. Tetapi mengapa hilirisasi aspal Buton sampai sekarang masih belum juga terwujud? Lagi pula, mengapa hilirisasi aspal Buton tidak termasuk di dalam proyek strategis dan prioritas nasional? Rasanya ada kontradiksi antara visi dan misi Pak Jokowi dengan hilirisasi aspal Buton. Mungkin Pak Jokowi sendiri yang harus menjelaskan masalah ini kepada rakyat.

    Dibaca : 840 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa pada awal tahun 2015, Bapak Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan kepada semua jajaran Kementerian-kementerian terkait untuk menggantikan aspal impor dengan aspal Buton. Tetapi mirisnya, sampai sekarang instruksi tersebut masih belum juga dapat terwujud. Rakyat Indonesia bertanya-tanya terus. Mengapa kok hilirisasi aspal Buton sekarang ini sudah tidak menjadi perhatian utama Pak Jokowi lagi? Apakah Pak Jokowi sangat sibuk? Pertanyaan-pertanyaan ini hanya bisa dijawab oleh Pak Jokowi sendiri. Tetapi mudah-mudahan tidak ada salahnya kalau kita akan coba membantu Pak Jokowi untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

    Indonesia sudah 42 tahun lebih mengimpor aspal. Dan selama ini kelihatannya semua rakyat Indonesia tenang-tenang saja. Tidak ada gejolak sama sekali. Tidak ada rakyat yang merasa berkeberatan dengan adanya kebijakan impor aspal. Buktinya tidak ada satupun demo dan protes yang dilakukan oleh para mahasiswa, pemuda, buruh, dan emak-emak untuk menuntut aspal impor digantikan dengan aspal Buton. Oleh karena itu, visi-misi Pak Jokowi untuk menggantikan aspal impor dengan aspal Buton bukan merupakan sesuatu hal yang sangat mendesak, sehingga tidak perlu terlalu dibesar-besarkan. Keadaannya masih aman dan terkendali. Sekarang ini masih banyak urusan lain yang lebih penting dan genting, yang harus mendapatkan perhatian lebih serius dari Pak Jokowi. Khususnya mengenai upaya-upaya strategis dan prioritas untuk memakmurkan dan menyejahterakan seluruh rakyat Indonesia.

    Kalau memang benar demikian pandangan Pak Jokowi terhadap hilirisasi aspal Buton, maka marilah kita cari tahu dan kaji bersama apa sejatinya manfaat hilirisasi aspal Buton untuk rakyat. Apakah hilirisasi aspal Buton merupakan sebuah upaya yang strategis dan prioritas juga untuk memakmurkan dan menyejahterakan seluruh rakyat Indonesia?. Rasanya sudah tidak diragukan lagi bahwa upaya-upaya hilirisasi aspal Buton ini sudah sejalan dan searah dengan visi-misi Pak Jokowi. Tetapi anehnya mengapa kok hilirisasi aspal Buton tidak menjadi proyek strategis dan prioritas nasional? Berikut ini adalah beberapa dampak “Multiplier Effect” dari hilirisasi aspal Buton terhadap kemakmuran dan kesejahteraan rakyat Indonesia yang perlu mendapatkan perhatian Pak Jokowi:

    1. Indonesia sudah 42 tahun mengimpor aspal sejumlah 1,2 jutan ton per tahun. Dan jumlah ini tiap tahunnya akan terus bertambah. Indonesia mengeluarkan devisa negara untuk membeli aspal impor sebesar US$ 600-900 juta per tahun. Dengan asumsi aspal Buton akan dapat mengsubstitusi aspal impor sebesar 50%, maka Indonesia akan dapat menghemat devisa negara sebesar US$ 300-450 juta per tahun. Dan dengan asumsi penghematan devisa negara yang diperoleh ini akan digunakan di dalam negeri untuk membangun infrastruktur jalan-jalan di seluruh wilayah Indonesia, maka dampak “Multiplier Effect” dari hilirisasi aspal Buton ini akan sangat luar biasa sekali.

    Dengan dibangunnya infrastruktur jalan-jalan yang terbuat dari aspal Buton sampai ke  pelosok-pelosok daerah-daerah terpencil di seluruh wilayah Indonesia, maka transportasi, distribusi, dan logistik barang-barang produksi dan konsumsi akan semakin lancar dan cepat. Perekonomian rakyat di sepanjang jalan-jalan yang akan dibangun dengan menggunakan aspal Buton akan tumbuh dan berkembang. Dampaknya akan dapat terlihat langsung dengan mulai bergeraknya roda perekonomian yang semakin lama akan semakin cepat. Sampai tahapan ini tentunya Pak Jokowi sudah paham dan setuju.

    1. Dengan berputarnya roda perekonomian yang cepat, maka akan menciptakan banyak lapangan kerja baru. Dan dengan bertambahnya lapangan kerja baru, maka roda perekonomian akan berputar dengan lebih cepat lagi. Sehingga dengan demikian akan menciptakan lapangan kerja baru yang akan lebih banyak lagi. Dan demikian seterusnya. “Multiplier Effect” ini merupakan siklus yang akan terus menerus berputar dan berputar sepanjang masa. Tidak akan ada akhirnya. Mungkin hal ini yang masih belum terbayangkan oleh Pak Jokowi.

     

    1. Semua infrastruktur jalan-jalan di seluruh wilayah Indonesia yang akan dibangun dengan menggunakan aspal Buton akan dapat dinikmati oleh setiap warga negara. Tanpa terkecuali. Tidak hanya terbatas untuk orang-orang kaya saja yang memiliki mobil-mobil mewah untuk berpsiar ke tempat-tempat wisata. Tetapi juga akan dapat dinikmati oleh setiap orang, termasuk orang-orang yang kurang mampu, yang akan menggunakan transportasi umum untuk bepergian, atau perlu membawa hasil kebun, pertanian, dan peternakan untuk di jual dari desa-desa ke kota-kota. “Multiplier Effect” dari hilirisasi aspal Buton ini akan sangat terasa jauh sampai jauh ke daerah-daerah pedalaman, terpencil, terpinggir, dan tertinggal yang selama ini masih belum tersentuh oleh kemajuan pembangunan pemerintahan Pak Jokowi. Mungkin isu ini penting, tetapi telah luput dari perhatian Pak Jokowi.

     

    1. Industri hilirisasi aspal Buton akan menjadikan Pulau Buton sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk mengembangkan produk-produk aspal Buton ekstraksi, dan juga produk-produk turunan dari aspal Buton ekstraksi untuk keperluan industri-industri lainnya. Dengan demikian para Investor akan mulai tertarik, dan berlomba-lomba untuk berinvestasi di Pulau Buton, karena industri aspal alam Buton dan turunan-turunannya tersebut merupakan satu-satunya industri aspal alam di dunia. Dan hal ini memang tujuan utama dari dibangunnya Kawasan Ekonomi Khusus untuk menarik banyak Investor berinvestasi di Pulau Buton.

     

    1. Setelah para Investor berhasil mengembangkan hilirisasi aspal Buton, maka para Investor kemudian akan mulai melirik kepada potensi-potensi di bidang usaha-usaha lainnya yang berada di Pulau Buton, dan juga pulau-pulau lain yang berada di sekitarnya. Tujuan-tujuan investasi yang tidak kalah menariknya dengan industri hilirisasi aspal Buton, antara lain adalah hilirisasi nikel, industri perikanan, pertanian, perkebunan, dan pariwisata. Mungkin ini merupakan “Multiplier Effect” dari hilirisasi aspal Buton yang tidak pernah diperhitungkan oleh Pak Jokowi sebelumnya.

     

    1. Diantara potensi-potensi besar Pulau Buton dan pulau-pulau lain di sekitarnya yang mungkin paling menarik bagi para Investor adalah industri pariwisata. Pemandangan panorama alam dan lautnya yang sangat luar biasa indah dan mempesona, tidak ada duanya di dunia. Ditambah dengan sejarah Kesultanan Buton dan budayanya yang sangat agung dan mengagumkan merupakan daya tarik tersendiri bagi para wisatawan untuk datang ke Pulau Buton. Dengan dipindahnya Ibu Kota Negara ke Kalimantan Timur, maka jarak dari Ibu Kota Negara baru ke Pulau Buton akan lebih dekat daripada ke Pulau Bali. Oleh karena itu untuk menjadikan Pulau Buton sebagai “Pulau Surga” kedua setelah Pulau Bali akan menjadi perhatian banyak Investor. Mungkin Pak Jokowi perlu memperluas wacana pengembangan Ibu Kota Negara baru sampai ke Pulau Buton sebagai tempat tujuan objek wisata IKN.

     

    1. Apabila industri hilirisasi aspal Buton sudah berjalan dengan baik, kemudian disusul dengan berkembangnya industri-industri hilirisasi nikel, perikanan, pertanian, dan perkebunan, maka secara alamiah industri pariwisata akan terus berkembang dengan pesatnya. Yang paling menarik dari Pulau Buton adalah keadaan alamnya masih asri dan penduduknya yang ramah tamah. Apabila lingkungan hidup di Pulau Buton ditata dan dipelihara dengan sangat baik sekali sebagai daerah konservasi alam dan budaya yang bebas polusi udara, maka bukannya tidak mungkin Pulau Buton akan mampu mengalahkan tempat-tempat wisata lain di seluruh dunia sebagai tempat tujuan wisata domestik dan internasional yang akan paling ramai dikunjungi oleh wisatawan di masa yang akan datang.

    Daftar di atas, antara lain merupakan “Multiplier Effect” dari hilirisasi aspal Buton yang akan berdampak langsung kepada kemakmuran dan kesejahteraan rakyat di seluruh Indonesia, khususnya rakyat di Pulau Buton. Seandainya saja Pak Jokowi masih ingin tahu lebih banyak lagi, mohon hendaknya dibentuk sebuah Tim Ahli yang akan khusus melakukan studi, pengkajian, dan penelitian mengenai dampak “Multiplier Effect” terhadap kemakmuran dan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.  Apakah betul dampak “Multiplier Effect” dari hilirisasi aspal Buton akan sangat luar biasa dahsyatnya, seperti judul dari tulisan ini?.

    Mohon diingat bahwa pemerintahan Pak Jokowi tinggal tersisa 2 tahun lagi. Mohon Pak Jokowi meluangkan waktu senggangnya untuk sempat datang berkunjung ke Pulau Buton untuk berwisata. Apakah Pak Jokowi mampu membayangkan bahwa Pulau Buton nantinya, selain akan menjadi sebuah pusat industri aspal alam satu-satunya dan terbesar di dunia, dan juga akan menjadi destinasi wisata kelas dunia setelah Pulau Bali?. Apakah Pak Jokowi  mampu membayangkan juga, seandainya Pak Jokowi akan datang kembali ke Pulau Buton 10 tahun mendatang, maka Pak Jokowi akan disambut dengan meriah dan hangat oleh semua penduduk Pulau Buton? Mereka akan mengelu-elukan Pak Jokowi dengan senyuman manis di bibir dan lambaian tangan?. Meskipun Pak Jokowi pada saat itu sudah tidak menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia lagi. Mampukah Pak Jokowi membayangkan semuanya itu? Marilah kita bersama-sama membantu Pak Jokowi untuk ikut membayangkan semuanya itu

    Ikuti tulisan menarik Indŕato Sumantoro lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.