Oknum Kemendag Terlibat Kasus Korupsi Grobak Untuk UKM - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Mabes Polri, ketika jumpa Press. BP (Sebelah kiri) dan PIW (kanan). Foto dok-Mabes Polri. (2)

djohan chan

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 28 November 2019

Selasa, 13 September 2022 19:40 WIB

  • Peristiwa
  • Topik Utama
  • Oknum Kemendag Terlibat Kasus Korupsi Grobak Untuk UKM

    Dalam rangka untuk meningkatkan perkembangan ekonomi Usaha Kecil. Pemerintah, mengucurkan dana sebesar Rp 49 miliar. Melalui Departemen Kementerian Perdagangan (Kemendag), untuk membuat grobak dorong sebanyak 7.200 unit. Tetapi, dana tersebut dikorupsikan oleh oknum Kemendag.

    Dibaca : 500 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Dalam rangka untuk meningkatkan perkembangan ekonomi usaha kecil, Pemerintah, mengucurkan dana sebesar Rp 49 miliar melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag). Dana itu untuk membuat grobak dorong sebanyak 7.200 unit. Tetapi, dana tersebut diduga dikorupsi oleh oknum Kemendag.  

    Kasus korupsi uang pengadaan grobak dorong untuk Usaha Kecil dan Menangah (UKM) itu terungkap setelah dua orang diantaranya PIW, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan BP, sebagai pelaksana pengadaan gerobak, ditangkap polisi.

    Karopenmas Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan, dalam keterangannya kepada wartawan, di Mabes Polri, Jakarta. Rabu kemarin, (7/9/22) menjelaskan kedua orang itu telah ditetapkan oleh penyidik, sebagai tersangka.

    Menurut Ahmad Ramadhan, tindakan dan perbuatan korupsi itu dilakukan secara bersama-sama, antara PIW dengan BP. Sebagaimana yang tertuang didalam kontrak pengadaannya gerobak tersebut sebanyak 7.200 unit, dengan nilai kontrak sebesar Rp49 miliar.

    Namun, faktanya yang dikerjakan hanya 2.500 unit grobak. Dari jumlah pembuatan gerobak sebanyak 2.500 unit itu, berdasarkan perhitungan estimasi menelan dana sebesar Rp30 miliar. Namun didalam laporannya, antara PIW dan BP mengatakan bahwa. Pengadaan 7.200 unit Grobak itu telah selesai dan telah dibagikan kepada para UKM.

    Proyek pengadaan Grobak untuk UKM ini, adalah program Pemerintah, tahun anggaran 2018- 2022. Pada tahun 2018, setelah pengaturan lelang, PIW selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada kanor Kementerian Perdagangan (Kemendag), diduga telah menerima uang suap sebesar Rp 800 juta dari BP, selaku Pemenang tender.  

    Diduga keras, setelah adanya kesepakatan, paket proyek Grobak dorong  yang hanya dikerjakan 2.500 unit, dilaporkan selesai dikerjakan sebanyak 7.200 unit. BP diberi uang dari PIW sebesar Rp1,1 miliar. Dari barang bukti dan keterangan saksi, akhirnya PIW dan BP dijadikan tersangka oleh Penyidik, kata Karopenmas Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan.***

    Ikuti tulisan menarik djohan chan lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.