Kiat Menyembuhkan Hati - Humaniora - www.indonesiana.id
x

ilustr: ACR

Bambang Udoyono

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 3 Maret 2022

Selasa, 13 September 2022 19:44 WIB

  • Humaniora
  • Topik Utama
  • Kiat Menyembuhkan Hati

    Berbagai kejadian dan ujian dalam kehidupan kadang membuat orang sakit hati. Surutnya usaha bisnis. Kena PHK. Lengser dari jabatan. Semuanya itu berat. Orang bisa sakit hati ketika mantan bawahan tidak mau menghormati lagi dsb. Maka kita perlu tahu kiatnya menata hati agar sembuh lagi. Bagaimana caranya? Sila baca.

    Dibaca : 552 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Oleh: Bambang Udoyono


    Kita mewarisi banyak sekali kearifan lokal. Pepatah, peribahasa yang ada di berbagai bahasa daerah mengandung kearifan lokal. Bahasa Jawa juga sangat kaya dengan peribahasa yang mengandung kearifan lokal. Salah satunya ada frasa lilo lan legowo.

    LILO LAN LEGOWO

    Lilo adalah padanan kata rela dalam bahasa Indonesia.    Sedangkan  legowo  artinya lapang dada, atau rido menerima  takdir Allah swt.  Kedua kata ini pas sekali untuk melukiskan sikap mental yang diperlukan di saat ini ketika masyarakat dunia terguncang oleh Covid - 19 sehingga hampir semua bisnis surut dan banyak negara mengalami resesi ekonomi termasuk Indonesia.  Kedua kata ini juga cocok menjadi rujukan orang orang yang sudah purna tugas.

    Mereka yang pernah memiliki kedudukan tinggi di pemerintahan atau di perusahaan, pada suatu saat harus rela melepaskan kedudukan yang sudah pernah dicapai dengan perjuangan susah payah dan doa selama puluhan tahun.   Dulu orang menghormati.   Jangan kaget kalau orang yang dulu menghormati sekarang tidak lagi.  Bahkan mungkin kalau berpapasan pura pura tidak melihat.  Barangkali anda pernah merugikannya atau menyakitinya.  Atau bisa saja karena memang dia dulu hanya berpura pura.

    Mereka yang bekerja di sektor bisnis saat ini harus menata hati agar rela menerima kenyataan surutnya usaha mereka.  Tidak sedikit para karyawan bahkan harus menerima kenyataan kehilangan pekerjaan.  Agar masalahnya tidak melebar menjadi masalah psikis maka mereka perlu berupaya menata hati agar lilo lan legowo.   Tidak ada musibah yang terjadi tanpa seijin Allah.  Apalagi musibah yang berskala global seperti pandemi.   Sudah pasti semuanya sudah seijin Allah.  Ini adalah ujian dari Allah seperti disebutkan di dalam Al Qur’an.

    UJIAN DARI  ALLAH

    Surat Al Ankabut (Laba laba) Ayat 2 dan 3.
    ”Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang meréka tidak diuji lagi?”


    ”Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.”

    Surat Al Baqarah (Sapi betina) 155
    ”Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar”

    Surat Al Baqarah 156
    ”(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun"
    (Artinya: Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah kami kembali. Disunatkan menyebutnya waktu ditimpa marabahaya baik besar maupun kecil)

    Al Baqarah 157
    ”Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk”

    PERTOLONGAN ALLAH

    Meskipun demikian kita tidak perlu kecil hati, tidak perlu pesimis, sebab akan ada pertolongan Allah, seperti disebutkan dalam beberapa ayat berikut:

    “Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (Q.S. Al-Baqarah: 286)

    “Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.”
    (Q.S. Al-Insyirah: 5-6)

    “Barang siapa bertakwa kepada Allah maka Dia akan menjadikan jalan keluar baginya, dan memberinya rizki dari jalan yang tidak ia sangka, dan barang siapa yang bertawakkal kepada Allah maka cukuplah Allah baginya, Sesungguhnya Allah melaksanakan kehendak-Nya, Dia telah menjadikan untuk setiap sesuatu kadarnya” (Q.S. Ath-Thalaq: 2-3)

    SAKIT HATI

    Memang tidak mudah menata hati. Setelah puluhan tahun Anda berjuang dan berdoa, lalu puluhan tahun Anda dihormati orang. Tiba tiba Anda harus kehilangan posisi yang membuat Anda dihormati orang. Apalagi kalau Anda bertemu dengan mantan anak buah yang pura pura tidak melihat. Anda bisa sakit hati.  Anda bisa marah tapi itu justru memperburuk situasi hati.

    Pertanyaannya, bagaimana cara mengatasi masalah sakit hati ini?

    OBAT HATI
     
    Paling tidak ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Seorang ulama besar yaitu Sunan Bonang memberikan saran yang sagat baik.  Kita membutuhkan tombo ati alias obat hati.  Salah satu tombo Ati atau obat hati yang disebutkan Sunan Bonang dalam tembangnya yang terkenal adalah ”moco Qur’an sak maknané” alias membaca Al Qur’an dan memahami artinya.  Solat wengi lakonana (dirikanlah solat malam).   Kemudian wong kang solèh kumpulana (berkumpullah dengan orang solèh). Terus kudu weteng ingkang luwé (puasa). Kemudian zikir wengi ingkang suwé (zikir malam yang lama)   Kalau  tombo ati ini dilakukan dengan sebaik baiknya maka insya Allah akan ada hasil yang baik juga.  Monggo kita laksanakan saran Sunan Bonang itu agar hati menjadi  lilo lan legowo.

    Ikuti tulisan menarik Bambang Udoyono lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.






    Oleh: Dien Matina

    3 hari lalu

    Antre

    Dibaca : 196 kali