Cuci Bajuloh Bukan Mencuci Uang Yaa. - Analisis - www.indonesiana.id
x

Tasch Collections: Photography and digital image by Tasch 2020.

Taufan S. Chandranegara

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 23 Juni 2022

Rabu, 14 September 2022 14:25 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Cuci Bajuloh Bukan Mencuci Uang Yaa.

    Halo sahabat Indonesiana. Salam bahagia selalu. Ini Artikel Cinta Bumi Indonesia. Bedanya cuci baju dengan mencuci uang. Salam baik saudaraku.

    Dibaca : 426 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Sebuah risalah mungkin terbang awanggemawang. Perbedaan mencuci baju dengan mencuci uang. Melihat konotasi itu, satu, kata persis 'mencuci', ini seru banget, menilik perbedaan arti dari kegunaan kalimat itu. 

    Ko'k bisa ya uang dicuci. Kalau naik motor kehujanan KTP pun dalam dompet basahkuyup barengan si dompet. Nah, lantas ada aturan mengatur, pelanggaran, pelarangan-pencucian uang. 

    Wah! Mencuci baju (?) Ya udah deh, kan udah, ada, aturan keadilan, so-pasti, ada junto pasalpasal akan menyelesaikan hal ihwal 'cuci mencuci uang', selesai. Tak perlupula bahasan panjang lebar tak penting benar. Serahkan pada keadilan. Berdoa pada Ilahi. Semoga tuntas.

    Karena, keadilan, akan menyelesaikan secara baik dalam pasalpasal pembuktian, sebab musababnya, kalau tak salah, pasalpasal hukum mungkin bersifat pasti. Semoga.

    Kalau begitu, persoalan cuci mencuci barangkali wajib ditinjau secara terangtemarang, setara siang bolong. Apa saja telah dicuci, bagaimana cara mencucinya. When and where, and how. Semoga saja persoalan mencuci baju takkan menuai keruwetan sebagaimana layaknya mencuci uang. 

    Loh. Piye. Padabae alias persis. Kalau boke'k, no money in your wallet, enggak bisa beli sabun-kan. Itu artinya masalah. Bakal utang di warung sebelah. Jangan dong. Bisa gawat di dopet sendiri, tanpa pujaan di langit peristiwa. 

    Ya, jadi gimana. Direndam aja bajunya. Dibilas tiga kali sehari diganti airnya tiga kali sehari. Bereslah persoalan cuci mencuci baju, plus, bebas utang di warung.

    Jadi keingetan, jaman nge.kos't. Cuci baju, selesai jemur, taruh bawa kasur, buka kasur saat diperlukan, baju licin rapih seperti di setrika. Berangkat kuliah, tetap menuai senyum manis dari bungabunga di langit kisah cinta, ehem. 

    Pada masa itu lima ratus rupiah bisa naik bus kota, plus, angkat senyum sedikit, kadang boleh gratis. Nah itu, salah satu tips murah senyum manis, bisa gratis naik bus kota, kala itu loh.

    Keramahan dalam lingkup bermasyarakat, amat diperlukan, mungkin pula hal itu salah satu obat mujarab saling menghargai, ringan hati, ringan senyum. 

    Bukan basabasi sanasini, lantas diamdiam merayap. Nyelonong dalam sunyi, muncul mencuci uang. Loh! Ko'k bisa. Pelanggaran dalam sunyisenyap. Jreng! Nongol jadi headline. 

    Bisalah Bray. Kan sekarang zaman canggih sekale. Deteksi lewat matasatelit, ssst, diamdiam. Nah, itu fungsi matasatelit, mampu melihat secara ajaib, dimanapun 'mencuci uang', berada. Meski bukan dalam ranah sulapan zaman. Salam Indonesia Sehat. Mantap.

    ***

    Jabodetabek Indonesia, September 14, 2022.

    Ikuti tulisan menarik Taufan S. Chandranegara lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.


    Oleh: Hadirat Syukurman Gea

    9 jam lalu

    Analisis Sistem Jual-Beli Ijon pada Komoditas Mangga Berdasar Ekonomo Makro

    Dibaca : 80 kali

    Mangga merupakan salah satu komoditas buah yang digemari hampir seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Mangga turut menyumbang perekonomian Indonesia karena menjadi komoditas yang di ekspor. Pada tahun 2015, ekspor mangga sebesar 1.515 jutatonyangsebagianbesarmerupakanjenis Mangga Gedong Gincu dan Mangga Arumanis. Kabupaten Kediri merupakan salahsatudaerahyang menjadikan mangga khususnya Mangga Podang sebagai oleh - oleh khas daerah dikarenakan banyaknya pohon mangga yang tumbuh di sekitar lereng GunungWilis.ManggaPodangkhasKediri banyak ditemukan di daerah sekitar lereng Gunung Wilis yaitu Kecamatan Banyakan, Tarokan, Grogol, Mojo, dan Semen. Semakin berkembang perekonomian suatudaerahmakasemakinberagam pula cara produsen dan konsumen melakukan jual beli.Salah satu sistem jual beli yang dilarang dalam Islam adalah jual beli yang mengandung unsur gharar. Sistem jual beli ijon adalah salah satu sistem jual beli yang mengandung unsur gharar sehingga dilarang oleh Allah SWT. Ijon berkaitan dengan perilaku produsen dan konsumen. Hal ini dapat dikaitkan dengan ekonomi mikro berupa keputusan pengusaha dan konsumen, terbentuknya harga barang atau jasa dan faktor produksi tertentu di pasar, dan alokasi sumber daya ekonomi.Penelitian ini menggunaka nmetode penelitian studi literatur. Jenis data yang digunakan berupa data sekunder dengan metode pengumpulan data berupa pengumpulan sejumlah studi pustaka. Berdasarkan studi literatur terkait sistem jual beli ijon dan ekonomi mikro, diperoleh hasil analisis bahwa sistem jual beli ijon dan ekonomi mikro saling berhubungan. Hal ini dikarenakan ijon berkaitan langsung dengan perilaku produsen dan konsumen dan ekonomi mikro turut mengatur perilaku produsen dan konsumen. Keywords: Ijon, Komoditas Mangga,Ekonomi Mikro