Putar Dulu Lidahmu Tujuh Kali Sebelum Omong - Humaniora - www.indonesiana.id
x

image: The Conover Company

Bambang Udoyono

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 3 Maret 2022

Senin, 19 September 2022 06:21 WIB

  • Humaniora
  • Topik Utama
  • Putar Dulu Lidahmu Tujuh Kali Sebelum Omong

    Orang baik akan memikirkan dampak dari lisannya dan juga tulisannya. Termasuk juga videonya. Orang bijak tidak asal omong atau sembarangan nulis di medsos.

    Dibaca : 484 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Oleh: Bambang Udoyono, penulis buku

     

    Lagi lagi kita memakai peribahasa dari Prancis untuk belajar sesuatu.  Kali ini sebenarnya bukan hal baru.  Semua orang yang berasal dari keluarga baik baik pasti sudah mendapat pendidikan tata krama.  Meskipun demikian saat ini banyak sekali orang yang lisan dan tulisannya jauh dari tata krama yang sudah diajarkan nenek moyang.  Oleh karena itu kita perlu terus menerus mengingatkan soal tata krama ini, khususnya tata krama berwacana.

    Il faut tourner sa langue sept fois dans sa bouche avant de parler.  Orang harus memutar lidahnya tujuh kali di mulutnya sebelum berbicara.   Itulah arti harafiah peri bahasa Prancis di atas.  Maksudnya adalah orang harus berpikir dulu sebelum berbicara.  Kalau di zaman now tentu saja termasuk menulis di medsos dan tentu termasuk juga berwacana di video. Maulana Jalaludin Rumi juga punya quote tentang ini.  Orang bijak tidak selalu mengatakan apa yang dipikirkannya tapi dia selalu memikirkan apa yang dikatakannya.  Demikian kata Rumi.

    Dalam Islam tentu ada ajaran tentang berbicara.  Dalam Al Qur’an surat Qaf 18 :

    “Tiada suatu ucapanpun melainkan di dekatnya ada malaikat pengawas yang selalu hadir”

    Dalam hadist disebutkan “Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah ia mengatakan yang baik atau diam” (HR Bukhari dan Muslim)

    Kata Imam Syafii “Apabla seseorang ingin berbicara hendaklah ia berpikir dulu. Bila jelas maslahatnya maka berbicaralah, dan jika dia ragu maka janganlah dia berbicara hingga nampak maslahatnya”.

    Jelaslah seorang muslim harus memikirkan dampak ucapannya (dan tulisannya).  Pastikan dulu dampaknya baik, konstruktif barulah omong atau menulis dengan baik, dengan santun. 

     

    Semuanya dicatat oleh malaikat pengawas dan semuanya akan dipertanggungjawabkan.  Semua perbuatan akan mendapat balasan.  Perbuatan baik, yaitu yang berdampak baik di masyarakat pasti akan dibalas dengan berlipat.  Sedangkan perbuatan buruk, pasti akan mendapat balasan yang setimpal jika tidak memohon ampunan.  Perhatikan bahwa balasan perbuatan baik berlipat sedangkan hukuman setara saja, tidak berlipat.  Itupun masih bisa diampuni kalau pelakunya memohon ampunan.   Itulah salah satu bukti kasih sayang Allah swt. 

     

    Maka mari kita jaga lisan dan tulisan kita.  Pastikan hanya ucapan dan tulisan baik saja yang diberikan ke masyarakat.  Semuanya akan kembali ke kita.  Kebaikan akan kembali berlipat.  Keburukan juga akan kembali.  Pilihannya terserah anda. 

    Ikuti tulisan menarik Bambang Udoyono lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.






    Oleh: Dien Matina

    3 hari lalu

    Antre

    Dibaca : 197 kali