Perjanjian yang Tidak Diinginkan - Fiksi - www.indonesiana.id
x

Gambar oleh Yuri_B dari Pixabay

Kanma

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 17 September 2022

Selasa, 20 September 2022 12:57 WIB

  • Fiksi
  • Topik Utama
  • Perjanjian yang Tidak Diinginkan

    Sebuah cerita pendek yang menceritakan tentang percakapan kecil antara seorang Raja dan malaikat kematian.

    Dibaca : 347 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Mengapa engkau berdiri di sana, oh, kematian? Duduklah di sampingku, aku akan menyiapkan kursi terbaik untukmu yang dijahit dengan kain terbaik dari bahan terbaik.

    Mengapa engkau berdiri di sana, oh, kematian? Mendekatlah, Aku akan menyiapkan makanan terbaik untukmu dari buah-buahan dan daging-daging terbaik.

    Mengapa engkau berdiri di sana, oh, kematian? Engkau terlalu jauh, saya tidak dapat mendengar dengan jelas apa yang engkau katakan, mendekatlah, jangan begitu kepadaku.

    Maafkan aku sahabatku, wahai kematian. Aku ingin melanggar perjanjian di antara kita, maafkan aku temanku, wahai kematian.

    Dahulu kita saling bertukar janji, aku memberimu banyak nyawa dan kau akan memberiku keabadian. Namun, aku menyesalinya. Siang, malam tubuhku terus merasakan sakit. Umurku abadi, tetapi tidak dengan tubuhku. Aku membusuk karena kematian. Aku membusuk, tetapi aku masih hidup.

    Aku menyesalinya! Aku menyesal! Aku menyesal! Bunuhlah aku dengan sabitmu, bunuhlah aku agar aku dapat merasakan kematian, aku lebih suka mati daripada menjadi abadi. Maafkan aku temanku, wahai kematian.

    Anak-anakku meninggalkanku di ruangan ini sendirian, mereka mengambil alih daerah-daerah yang aku taklukkan, kemudian mereka saling menyerang untuk memperluas kekuasaan mereka. Wahai kematian, ini bukan yang aku inginkan! Ini bukan yang aku inginkan! Ini bukan...

    "Ini adalah perjanjian kita, wahai temanku, satu-satunya manusia yang berani bertukar sumpah denganku. Sejak saat itu kita menjadi teman, tetapi janji adalah janji, sebuah janji harus ditepati. Tidak bisa diputus begitu saja."

    Setelah mengatakan itu, ia menghilang dari pandanganku.

     

    Ikuti tulisan menarik Kanma lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.