Luka Lain yang Menanti - Fiksi - www.indonesiana.id
x

Merta Merdeka

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 4 Agustus 2022

Rabu, 21 September 2022 11:28 WIB

  • Fiksi
  • Topik Utama
  • Luka Lain yang Menanti


    Dibaca : 202 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Luka Lain yang Menanti


    Aku berjalan menuju mesin
    Tertatih melafalkan nama mu
    Tapi di wastafel, 
    Tidak ku temukan lagi nama itu

    Aku meratap menuju gunung
    Bercanda melewati rawa - rawa
    Tapi tidak ku dapati lagi
    Bayanganmu di antara pohon Ambu

    Ku pandangi lukisan dan juga buku - buku
    Tidak jua huruf di namamu muncul satu persatu mengejutkanku, tidak ada! 

    Sore ini, 
    Aku menanak rindu
    Di dalam nesting bercampur daun sereh 
    Aromanya khas,
    Seperti parfum yang biasa kau pakai di baju dan ketiak mu
    Sekali lagi, 
    Tidak nampak jua puisi tentangmu! 

    Kulantuntakan  lagu "Mudah Saja"
    Sebuah petikan gitar yang ku dengarkan saat ingin memelukmu,
    Tapi, wajahmu begitu lenyap 
    Seperti dibawa paus kedasar Palung laut paling dalam! 

    Jejak mu sudah mulai dingin! 
    Dan rindu, enggan untuk aku peluk 
    Bersama cakrawala, 
    Rindu barangkali pasrah 
    Dan jejak mu telah pergi meninggalkan entah

    Sore ini,
    Aku menyeduh gelisah
    Bersiap menanti resah dan luka baru 
    Yang mulai merekah

    Diatas rak peti yang berisi peta
    Diatas debu yang berisi buku
    Aku menanti,
    Luka lain yang sedang mengantri! 

     

    Tangerang/September 2022/mertamerdeka/

     

    Ikuti tulisan menarik Merta Merdeka lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.