Indonesia Darurat Anak Putus Sekolah - Analisis - www.indonesiana.id
x

Tata Azzahra Salsabila Rosie

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 22 September 2022

Kamis, 22 September 2022 15:17 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Indonesia Darurat Anak Putus Sekolah

    Indonesia darurat anak putus sekolah, bagaimanapun negara berkewajiban menjamin akses pendidikan yang layak untuk anak Indonesia

    Dibaca : 424 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Ivan, anak laki-laki berumur 10 tahun itu adalah satu diantara banyak anak yang lewat di depan rumah tanpa mengenakan seragaman sekolah. Berbeda dengan teman sebayanya yang berseragam sekolah, Ivan sejak satu tahun lalu tidak lagi pergi ke sekolah untuk belajar.  Ivan justru setiap pagi pergi ke tempat pembakaran batu bata untuk bekerja. 

    Putus sekolah merupakan permasalahan pendidikan yang sedang digeluti oleh Indonesia hingga saat ini. Pada awal tahun 2022 ini, Sekjen Kemendikbudristek menyebutkan Angka Putus Sekolah (APS) untuk anak SD saja meningkat 10 kali lipat dibanding tahun 2019. Hal ini menyebabkan penurunan jumlah peserta didik.

    Selain itu melansir dari Databoks, per 31 Desember 2021 angka anak putus sekolah mencapai 75.303 orang anak. Jenjang Sekolah Dasar memegang angka tertinggi, yakni 38.716 orang. Jenjang SMP mengalami kenaikan dari yang sebelumnya (tahun 2020) 11.378 orang menjadi 15.042 orang.

    Melansir buku bertajuk Pendidikan untuk Pembangunan Nasional karya Mohammad Ali, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa mayoritas (76%) keluarga menyatakan penyebab utama anak mereka putus sekolah adalah karena alasan ekonomi.

    Sebagian besar (67,0%) di antaranya tidak mampu membayar biaya sekolah, sementara sisanya (8,7%) harus mencari nafkah.

    Data di atas menjelaskan bahwa faktor ekonomi dianggap sebagai penyebab utama meningkatnya angka putus sekolah.

    Tidak hanya menjadi masalah bagi suatu keluarga, masalah tersebut juga menjadi permasalahan Negara.

    Dalam pasal 31 UUD 1945 ayat 1 berbunyi, "Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan".

    Salah satu tujuan Negara Kesatuan Repulik Indonesia (NKRI) yang tercantum dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945 adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Dapatkah Ivan melanjutkan sekolah?

     

     

    Ikuti tulisan menarik Tata Azzahra Salsabila Rosie lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.